Main Menu

Artis Berpolitik

Zumi Zola Dari Panggung Sinetron, Pentas Politik Lalu Jeruji KPK

Zumi Zola

Gubernur Jambi Zumi Zola terjerat kasus dugaan suap pengesahan Rancangan APBD Jambi tahun anggaran 2018. Mantan aktor itu ditetapkan KPK menjadi tersangka.

Nama Zumi dikenal masyarakat Indonesia pada awal 2000-an lewat karier gemilangnya di dunia perfilman.

Zumi tercatat membintangi beberapa judul film dan sinetron terkenal, seperti Di sini Ada Setan, Tersanjung 6, Culunnya Pacarku, dan Bawang Merah Bawang Putih.

Dari Panggung Hiburan Zumi Zola Ikuti Ayah Berpolitik

Setelah lama menyelami dunia hiburan Tanah Air, Zumi mengikuti jejak sang ayah, Zulkifli Nurdin, berpolitik.

Zulkifli pernah menjabat Gubernur Jambi selama dua periode, yaitu 1999-2005 dan 2005-2010.

Karier politik Zumi dimulai saat bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN). Ia menjadi Ketua DPD PAN Tanjung Jabung Timur, Jambi, periode 2010-2015.

Zumi lalu diusung dan memenangkan pemilihan Bupati Tanjung Jabung Timur 2011-2016.

Tak berhenti di situ, karier politik Zumi naik level pada 2015. Ia didapuk sebagai Ketua DPW PAN Provinsi Jambi periode 2015-2020.

Zumi kembali diusung untuk memenangkan jabatan yang pernah diduduki sang ayah, Gubernur Jambi. Ia maju bersama Fachrori Umar dalam Pilkada Serentak 2015.

Pasangan Zumi Zola-Fachrori Umar maju dengan mengantongi dukungan dari PAN, Golkar, Nasdem, Hanura, PKB, PBB, dan PPP.

Zumi-Fachrori meraih 60,23 persen suara mengalahkan pasangan Hasan Basri Agus-Edi Purwanto yang hanya mendapat 39,77 persen.

Pria kelahiran Jakarta, 31 Maret 1980 itu tak hanya lihai meraih suara karena popularitasnya sebagai aktor. Ia juga berprestasi selama menjabat Gubernur Jambi.

Tercatat, ada 15 penghargaan yang Zumi raih dalam kapasitasnya sebagai Gubernur Jambi. Bahkan salah satunya diraih saat dirinya gencar disebut-sebut dalam kasus korupsi, yaitu penghargaan dari Kemenakertrans pada Desember tahun lalu.

Jambi, bersama beberapa daerah lainnya, dinilai Menakertrans Hanif Dhakiri sudah berhasil menaikkan indeks pembangunan ketenagakerjaan.

Kini Zumi terseret kasus dugaan suap pengesahan Rancangan APBD Jambi tahun anggaran 2018. KPK pada Jumat (2/2), resmi menetapkan dirinya sebagai tersangka.

Zumi Zola juga dicekal ke luar negeri lewat surat dari KPK kepada Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM pada 25 Januari. Pencekalan berlaku enam bulan ke depan untuk kepentingan penyelidikan.

Zumi Zola Tersangka KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung melakukan serangkaian penggeledahan usai menetapkan Gubernur Jambi Zumi Zola dan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Jambi, Arfan sebagai tersangka. Dalam penggeledahan KPK menyita dokumen serta uang dalam pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat.

Zumi Zola
Zumi Zola saat jadi artis (Foto: Brilio)

Penggeledahan dilakukan di rumah dinas Gubernur Jambi, villa milik Zumi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dan rumah seorang saksi di Kota Jambi. Penggeledahan dilakukan maraton sejak 31 Januari hingga 1 Februari 2018.

“Tim penyidik juga menyita sejumlah dokumen dan uang dalam pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat dalam kegiatan penggeledahan,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat jumpa pers, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (2/2).

Namun, Basaria belum bisa menyampaikan total uang yang disita tersebut. Menurut pensiunan polisi jenderal bintang dua itu, tim penyidik masih berada di Jambi untuk melakukan pengembangan.

“Jumlah uang masih dihitung, penyidik masih terus melakukan pengembangan dalam perkara ini,” tuturnya.

Basaria menyebut, pihaknya juga langsung melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi usai menggeledah tiga lokasi. Pemeriksaan dilakukan di Polda Jambi, sejak kemarin sampai hari ini.

“Pemeriksaan terhadap 13 orang saksi dari unsur pejabat pemerintah provinsi, PNS dan swasta,” ujarnya.

Gubernur Jambi Zumi Zola dan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Jambi, Arfan ditetapkan sebagai tersangka dugaan penerimaan hadiah atau janji terkiat sejumlah proyek di lingkungan Provinsi Jambi.

Total uang yang diterima Zumi dan Arfan sebesar Rp6 miliar dari beberapa kontraktor proyek. Uang itu disinyalir yang diberikan sebagai ‘uang ketok’ kepada anggota DPRD Jambi untuk pengesahan RAPBD 2018.

Zumi dan Arfan disangkakan melanggar Pasal 12B atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jakarta juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Zumi dan Arfan ditetapkan sebagai tersangka sejak 24 Januari 2018. Sehari kemudian, Zumi Zola dicegah Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, atas permintaan KPK, berpergian ke luar negeri untuk enam bulan ke depan©Cnn-indonesia .

[widgets_on_pages id=”1″]

Baca Artikel Lain Penulis Dengan Klik Nama Profil Penulis Di Bawah Ini



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked as *

*