Main Menu

Voting Elektronik Dalam Pemilu

Kelebihan dan Kelemahan Voting Elektronik Di Pemilu Indonesia

voting elektronik

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mulai mengembang sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau yang dikenal dengan  voting elektronik.

Seperti apa kelebihan e-voting ketimbang sistem pemungutan suara konvensional?

Dikutip dari techno.okezone, Kepala Program Sistem Pemilu Elektronik, Andrari Grahitandaru, mengatakan, sistem electronic voting (e-voting) merupakan sebuah sistem yang memanfaatkan perangkat elektronik dan mengolah informasi digital untuk membuat surat suara, memberikan suara, menghitung perolehan suara, mengirimkan hasil, serta rekapitulasi, menayangkan hasil, memelihara dan menghasilkan jejak audit.

Kelebihan Voting Elektronik

Kelebihan pertama yang dimiliki e-voting yakni layanan tersebut menggunakan perangkat elektronik untuk memberikan suara. Sementara sistem pemilihan konvensional menggunakan kertas surat suara.

Kedua, e-voting dapat menghitung dan mencetak struk audit. Sementara sistem konvensional mengandalkan perhitungan manual.

Ketiga, e-voting mampu melakukan pengiriman langsung dari perangkat di TPS ke KPU. Adapun sistem konvensional, pengiriman dilakukan secara fisik dan berjenjang waktu.

Terakhir, e-voting diklaim dapat menghitung hasil dengan cepat dan akurat karena menggunakan perangkat elektronik. Sementara sistem manual relatif lebih lama.

Sistem e-voting juga memiliki keunggulan lainnya antara lain, akurasi dan online. Sistim ini diharapkan dapat meminimalisir kesalahan dan mendeteksi jika ditemukan rekayasa suara.

Demokratis, maksudnya adalah hanya pemilih yang berhak yang dapat memilih dengan ditandai kepemilikan KTP elekronik. Setiap pemilih pun hanya dapat memilih sebanyak satu kali.

Rahasia, tidak ada yang dapat mengetahui pilihan pemilih. Transparan, hasil dan proses dapat di-audit. Serta efisien dalam hal biaya, sebab penggunaan e-voting akan mereduksi penggunaan kertas menjadi sama sekali tidak diperlukan. Mesin e-voting hanya mengeluarkan struk yang dapat dijadikan sebagai bukti pemilihan.

Kelemahan Pelaksanaan Voting Elektronik

Penggunaan teknologi informasi dalam pemilu seharusnya betujuan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan pemilu.

Sistem pemungutan suara lewat piranti elektronik sudah dicobakan di tiga kabupaten di Indonesia. Kabupaten Boyolali di Jawa Tengah, Kabupaten Jembrana di Bali, dan Kabupaten Musi Rawas di Sumatera Selatan merupakan daerah yang sudah menerapkan sistem ini pada pemilihan kepala desanya.

Namun demikian terdapat pula bebarapa kelemahan.

Untuk keamanan e-voting jika ada yang salah maka sudah terjadi manipulasi suara.

voting elektronik
Petugas melakukan simulasi pemilihan melalui mesin simulator voting elektronik di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat, Bandung, Jawa Barat, Selasa (13/2/2018). KPU Jawa Barat menyatakan kesiapannya untuk menggelar pelaksanaan Pilkada serentak dengan menggunakan pencoblosan elektronik yang dapat menghemat anggaran dari Rp 1,195 triliun (anggaran pemilu gabungan) menjadi Rp 800 miliar. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

Aspek kelemahan e-voting lainnya dan menjadi pertimbangan yakni belum adanya standar dan sertifikasi yang disepakati untuk sistem e-voting.

Adanya kemungkinan manipulasi hasil suara yang dilakukan oleh orang dalam yang mempunyai akses ke dalam sistem maupun peretas dari luar juga bisa saja terjadi.

Dalam sistem yang melakukan autentikasi pemilih, berpotensi melanggar kerahasiaan pemilihan karena bisa terlihat di dalam sistem.

Selain itu faktor keterbukaan dalam penghitungan juga menjadi sorotan. Jika dalam sistem konvensional proses pemilihan tak hanya disaksikan oleh panitia pemungutan suara, tetapi juga oleh saksi dari masyarakat.

Sementara itu, di banyak negara, seusai pemungutan, surat suara dibawa ke suatu tempat, lantas hanya dihitung oleh penyelenggara pemilu tanpa melibatkan masyarakat.

Dari beberapa kelemahan-kelemahan tersebut berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem voting elektronik.

[widgets_on_pages id=”1″]

Baca Artikel Lain Penulis Dengan Klik Nama Profil Penulis Di Bawah Ini



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked as *

*