Main Menu

Tips Hindari Kecurangan SPBU

Belajar Dari Viral Video Kecurangan Pengisian Bahan Bakar Di SPBU

SPBU Curang

Akhir pekan lalu, warganet dihebohkan dengan video pengemudi Nissan Serena diduga mengalami aksi kecurangan saat mengisi bahan bakar di SPBU yang diklaim berada di Jalan Raya Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Dalam video berdurasi 41 detik itu, pemilik mobil menduga telah terjadi kecurangan di pompa bensin itu.

Sebabnya kapasitas tangki mobil yang hanya 60 liter, ternyata diisi hingga 73 liter oleh petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum tersebut.

SPBU Milik Tufik Kiemas

Video viral pengisian bahan bakar bensin jenis pertalite melebihi kapasitas maksimal tangki mobil Nissan Serena dengan Nopol B 2224 SEB terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum  Condet diketahui milik almarhum Taufiq Kiemas, suami dari Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR III, Dian Hapsari Firasati mengatakan pihak SPBU langsung meminta maaf kepada pemilik mobil.

“Pihak SPBU langsung mencari solusi bersama dan hanya membebankan biaya Pertalite sebesar 55 liter kepada konsumen,” kata Dian melalui pesan singkat, Minggu, 25 Maret 2018.

Dia mengatakan pihaknya selalu memastikan kepuasan pelayanan kepada pelanggannya. Hal tersebut dilakukan Pertamina dengan mengecek langsung ke ke SPBU 34 13501 tersebut.

Demi memastikan terjaminnya kepuasan pelanggan, pihaknya pun telah melakukan uji tera nozzle Pertalite di sana.

Dikutip dari Kriminolog.id, setelah melalui proses panjang, Ariffin, pengelola SPBU, akhirnya mengambil keputusan untuk menyelesaikan masalah dengan menggratiskan bensin sebanyak 25 liter yang telah masuk ke dalam tangki Serena. Peristiwa ini terjadi pada Rabu, 21 Maret 2018.

“Saya kira masalah udah clear, tapi ternyata videonya malah viral, dan saya nggak tau kenapa diviralkan,” kata Ariffin, Senin, 26 Maret 2018.

Baca Lagi!   Main Hakim Sendiri, Masyarakat Latah

Lebih lanjut Ariffin menegaskan pihaknya sama sekali tidak tahu kalau kasus yang terjadi di SPBUnya itu menjadi viral di media sosial.

Tips Menghindari Kecurangan SPBU

Untuk menghindari aksi kecurangan seperti yang dialami pengendara Nissan tersebut, pemilik kendaraan wajib lebih teliti dan jeli saat petugas SPBU mengisi tangki bahan bakar.

SPBU
Kecurangan SPBU yang menjadi viral (Foto: Tempo)

Meski SPBU mengklaim memberikan layanan terbaik, namun sejumlah petugas kerap melakukan kecurangan.

Berikut tipsnya:

1. Mintalah Meteran Mulai dari Nol
Ketika akan mengisi bahan bakar, pengendara wajib meminta petugas memulai meteran dari nol. Meski banyak SPBU yang telah menerapkan hal tersebut sebagai salah satu prosedur utama.

Namun tidak ada salahnya, pembeli mengingatkan petugas pom bensin. Hal ini untuk menghindari kecurangan.

2. Selalu Awasi Lajunya Meteran
Meski meteran sudah dimulai dari nol, pembeli bahan bakar tidak ada salahnya mengawasi lajunya meteran SPBU.

Hal ini untuk mengamati jika ada praktek kecurangan yang lain. Bagi, pengendara tidak ada salahnya lebih jeli dan teliti.

3. Kenali kapasitas tangki bahan bakar kendaraan
Pengendara wajib mengenali kapasitas kendaraannya hal ini untuk menghindari praktek kecurangan yang terjadi pada pengemudi Nissan Serena.

Sehingga ketika mengisi bahan bakar hingga penuh, pengemudi bisa memastikan sesuai dengan kapasitas.

Bila tak sesuai dan menemui kejanggalan, pemilik kendaraan bisa mengadu ke suplayer bahan bakar.

4. Menggoyangkan Tangki Bahan Bakar
Selalu mengisi bahan bakar dengan menggoyangkan tangki bahan bakar. Kiat ini agar tangki terisi sempurna karena seperti motor ketika diisi bahan bakar kemungkinan ada udara yang masuk dan posisi miring.

Pada kendaraan roda dua, pengisian juga bisa dilakukan dengan posisi standar tengah atau tegak. Hal ini untuk memaksimalkan pengisian bahan bakar selain menggoyangkan tangki bahan bakar.

Baca Lagi!   AMI: Fenomena Gunung ES Aturan Standar Nasional Indonesia

5. Melapor ke Suplayer Bahan Bakar
Jika pengendara menemukan aksi kecurangan segera melaporkan praktek kecurangan oleh SPBU ke suplayer bahan bakar. Jika produk lokal, bisa dilaporkan ke Pertamina dengan menghubungi contact center 1 500 000. Hal serupa juga bisa dilakukan untuk kecurangan SPBU pada bahan bakar merek lain ©Tempo.

[widgets_on_pages id=”1″]

Baca Artikel Lain Penulis Dengan Klik Nama Profil Penulis Di Bawah Ini



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked as *

*