Main Menu

Hari Kasih Sayang

Ragam Perayaan Hari Valentine Di Tiga Negara Besar Asia Timur

Valentine

Valentine Day kini tak hanya menjadi hari yang dirayakan masyarakat dengan latar budaya barat. Di negara Asia budaya ini sudah tak asing dan tak jarang telah diterima sebagai bagian dari budaya mereka khususnya oleh kaum mudanya dengan warna khas tersendiri.

Dikutip dari berbagai sumber berikut hari perayaan Valentine atau kasih sayang pada umumnya yang dirayakan tiga negara dengan budaya yang cukup berpengaruh di peradaban Asia Timur.

Valentine Versi Tiongkok

Di abad 21 , seiring berkembangnya keterbukaan di negeri Tiongkok, budaya merayakan Hari Valentine semakin populer di negara tersebut.

Banyak masyarakat Tiongkok mulai mengikuti produk kebudayaan barat tersebut tanpa diiringi ketakutan dan sentimen lagi.

Akan tetapi tahukah anda bahwa sebelum Hari Valentine mulai diterima di Tiongkok, negeri itu juga memiliki hari kasih sayangnya sendiri.

Selama berabad lamanya perayaan bersama bertema kasih sayang telah berlangsung di China. Mereka menyebutnya dengan “Qixi Festival,” yang berarti ‘Malam Sang Tujuh”.

Festival ini dirayakan setiap awal bulan agustus, yakni hari ketujuh di bulan purnama ketujuh dalam kalender China, berlangsung dari generasi ke generasi.

Sebuah tragedi cinta dikisahkan lewat cerita tentang dua buah bintang di alam semesta yang merupakan kutukan dari Dewa Langit.

Awalnya kedua bintang tersebut adalah mahluk ciptaan Dewa Langit dengan dunia berbeda. Salah satu bintang bernama Zhinu, sesosok bidadari langit, yang menikahi lelaki biasa bernama Niulang. Mereka jatuh cinta pada pandangan pertama.

Pernikahan mereka membuat Dewa Langit marah besar karena pasangan itu melawan kodrat. Dewa lalu mengutuk sejoli menjadi bintang dan menciptakan galaksi yang luas penuh dengan jutaan bintang lain untuk memisahkan mereka.

Dewa langit menempatkan sang wanita di sebelah timur jagat raya, sang pria menjadi bintang di ujung barat mereka menjadi bintang kesepian yang selalu menangisi kerinduan akan cintanya.

Kedua bintang yang terpisah tersebut hanya memiliki sekali kesempatan dalam setahun untuk bisa saling melihat kekasihnya, yakni di masa Festival Qixi.

Biasanya para gadis Tiongkok akan berdoa agar secepatnya menemukan pendamping hidupnya di perayaan ini. Mereka akan menyediakan buah-buahan dan menghias buah melon dengan ukir-ukiran untuk dipersembahkan pada Zhinu, dewi kasih sayang dan percintaan, agar mendengar doa mereka.

Modifikasi Valentine Jepang dan Korea

Di Jepang, warga Jepang merayakan hari Valentine juga dengan istimewa. Mereka merayakannya dengan ciri khas perayaan Valentine di barat umumnya, yakni Coklat.

Di hari ini, para wanita akan memberi colat tradisional “Giri Choco” pada anak lelaki. Coklat ini biasa disebut dengan coklat wanita karena hanya bisa diberikan wanita kepada teman lelaki.

Valentine
Valentine Day memiliki rangkaian di Jepang yakni White Day pada 14 Maret (Foto: Zojirushi)

Coklat ini tak harus diberikan kepada kekasih bisa teman, sahabat, bos atau rekan kerja, namun harus ke lawan jenis.

Dan jika memiliki seseorang lelaki yang spesial, para wanita biasanya akan menambahkan hadiah berupa kerajinan tangan dan “Honmei Choco” kepada kekasih atau gebetannya. Selesai.

Ya! di Jepang 14 februari hanya berupa pemberian coklat dari wanita pada lelaki.

Baru sebulan kemudian yakni pada tanggal 14 Maret, anak-anak lelaki akan menjalani kewajiban yang sama seperti para wanita di bulan lalu.

Anak lelaki harus memberi coklat dan hadiah lainnnya pada anak perempuan. Hari pengembalian hadiah ini disebut dengan istilah “White Day”.

Sementara di Korea (bagian selatan) rangkaian Valentine bertambah satu. Tak hanya menambah 14 Maret, mereka juga menyediakan 14 April bagi mereka yang jomblo.

Masyarakat Korea modern merayakan hari Valentine seperti masyarakat barat merayakan hari kasih sayang tersebut. Korea juga memiliki hari “White day” versi mereka sendiri.

Untuk mereka yang tak beruntung dalam dunia percintaaan, Korea juga tetap menyediakan hari khusus. Mereka menyebutnya sebagai Hari Kelam, yang ditetapkan pada 14 April.

Di hari tersebut para jomblo akan keluar dan bersama-sama memakan mie jajangmyeon dengan mengenakan pakaian hitam. Mie dan pakaian berwarna hitam ini menjadi simbol kemuraman nasib para tuna asmara tersebut, sebuah kisah menyedihkan lawan dari hari Valentine.

Baca Artikel Lain Penulis Dengan Klik Nama Profil Penulis Di Bawah Ini

Share Artikel ini!
  • 23
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    23
    Shares


2 Comments to Ragam Perayaan Hari Valentine Di Tiga Negara Besar Asia Timur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked as *

*