Main Menu

Juga Harus Saling Harga Menghargai

Kyai Rachmadin : Tokoh Masyarakat Harus berjiwa Bersih

Tim KiranaMedia Bersama Nara Sumber

Oleh Baran Batara

Kerukunan Umat yang ada di Kampung Sawah merupakan titisan turun-temurun. Pesan-pesan orang tua dari satu generasi ke generasi di bawahnya, selalu tak lupa menitipkan pesan untuk menjaga dan melestarikan kehidupan beragama dan berkelompok di Kampung Sawah. KH Rachmadin Afif, selaku tokoh masyarakat yang sangat dihormati di Kampung Sawah bertutur bahwa keyakinan antar warga boleh saja berbeda-beda, namun umatnya tetap harus rukun. Ia menambahkan saat mencoba mengingat masa mudanya, di Kampung Sawah bukannya tidak pernah ada perselisihan masyarakat, tapi semuanya cenderung tak ada yang bersumber awal dari masalah agama itu sendiri. Biasanya dari masalah lain, yang kemudian diarahkan keliru dengan menunjuk identitas si oknum yang bermasalah.

Namun lagi-lagi, sesepuh berusia 72 tahun itu, menegaskan permasalahan-permasalahan itu dengan cepat selalu bisa diselesaikan dengan mufakat. Saat Kirana menanyakan apa saja yang menjadi resepnya sehingga perselisihan-perselisihan mudah untuk dicairkan, Kyai Rachmadin memberi jawaban tentang peranan tokoh masyarakat.

Tokoh Masyarakat

Tokoh masyarakat adalah orang yang memiliki pengaruh kuat kepada warga masyarakat, baik itu tokoh agama, politik, budaya dan lain-lain. Pengaruh itu berupa dipatuhinya perintah atau anjuran mereka oleh orang-orang disekitarnya. Seseorang yang menjadi tokoh masyarakat bisa didapatkan dengan cara formal atau informal. Seseorang bisa memperoleh status jabatan tokoh masyarakat bila memiliki kecakapan sosial, kedudukan sosial serta kapabilitas di bidang tertentu di lingkup wilayahnya.

Keluarga Pak KH Rahmadin Afif
Keluarga Pak KH Rahmadin Afif, saling memberi selamat Idul Fitri

Kyai Rachmadin salah satunya. Pemimpin dan pemilik pondok pesantren YASFI ini sangat dihormati di Kampung Sawah. Tak hanya di kalangan umat Muslim, pun di mata Nonmuslim mereka sangat merasakan wibawa dan ketokohannya sebagai panutan dalam kehidupan harmonis dengan penganut agama yang berbeda.

Meski sudah cukup berumur tapi gaya humoris khas betawi-nya tetap melekat, ia juga cukup rendah hati mengatakan bahwa Kampung Sawah bukanlah satu-satunya percontohan kampung toleransi, yang lain juga masih banyak dan pasti ada, kampung-kampung yang menjaga keharmonisan umat beragama. Namun ia tak keberatan dan dengan senang hati bila kehidupan di Kampung Sawah bisa dijadikan percontohan dan sumber inspirasi bagi kampung-kampung lain di seantero Nusantara.

Oleh karena itu Kyai Rachmadin memberi sedikit pegangan bagaimana cara menyajikan kehidupan masyarakat agar bisa terjalin dengan baik selaku perannya sebagai tokoh masyarakat. Ada beberapa poin penting yang ia sampaikan.

Yang pertama adalah kesadaran tokoh. Mereka yang memiliki kedudukan sosial dan dihormati di lingkungannya harus menyadari pengaruhnya bagi masyarakat. Melalui proses yang lama kepemimpinan mereka telah mereka peroleh dengan kepercayaan. Membangun kepercayaan tentu tidak mudah begitu pula dengan tanggung jawab yang diembannya. Banyak tokoh atau pemimpin yang berwibawa tapi tak sedikit yang arahnya membawa ke-arah yang salah. Memandu pada ketidaknyamanan. Maka diperlukan pemimpin dan tokoh yang berjiwa bersih memelopori dan mengarahkan masyarakat pada hal yang benar. Menggunakan peran dan kemampuan mempengaruhi orang lain dengan tulus.

Yang kedua tokoh masyarakat harus memiliki komitmen pada pembangunan keseluruhan. Artinya pemimpin-pemimpin masyarakat tersebut harus sudah bisa menempatkan diri melihat jauh ke depan, melewati batas-batas yang mungkin dilihat oleh kelompok warga yang potensial mengikutinya. Pembangunan sosial kemasyarakatan harus sesuai dengan apa yang dicita-citakan bangsa dan negara ini. Nilai-nilai pancasila dan kearifan-kearifan local harus menjadi panduan dalam mengambil keputusan dan merumuskan kebijakan. Komitmen untuk itu sangat dibutuhkan di dalam hati setiap tokoh masyarakat.

Damai Itu Indah

Kyai Rachmadin mencontohkan semisal pada suatu perselisihan yang terjadi. Dia selalu mengutamakan ketenangan, koordinasi dengan tokoh masyarakat lain yang terlibat perselisihan. Tidak mudah tersulut emosi hingga berprasangka buruk. Sehingga dengan demikian akan lebih mudah mencari asal muasal pertengkaran. Menemukan akar permasalahan agar tidak melebar kemana-mana, sebab tak dimungkiri ada saja ujaran-ujaran provokatif yang mengarahkan ke identitas kelompok bermasalah, meski tak ada kaitannya denga masalah utamanya. Hal seperti itu yang harus diredam.

Damai-Itu-Indah
Damai-Itu-Indah

Beliau mencontohkan satu kasus. Dahulu di masa pemerintahan sebelumnya terdapat sedikit cek-cok. Yaitu di masa kampanye politik sebuah partai politik. Ada nada-nada provokasi yang terlontar entah dari siapa di depan rumah-rumah ibadah yang memang letaknya di jalan raya utama Kampung Sawah.Desas-desus yang potensial mmicu perselisihan muncul. Namun hal itu tak boleh didiamkan.

Tanggapan tokoh masyarakat memberi solusi. Langsung berkoordinasi dengan kepala dingin. Sehingga kemudian ditemukan penyebabnya. Bahwa penyebab utamanya bukan dari warga Kampung Sawah, melainkan warga lain yang bersama dengan iring-iringan kampanye politik tadi. Oleh karena kejadiannya di Kampung Sawah seolah itu perilaku warga setempat.

Hal-hal seperti itu yang harus diperhatikan. Baik cepat menanggapi isu-isu negatif yang berpotensi mengundang perpecahan, juga menjaga dan waspada dengan unsur-unsur buruk dari luar Kampung Sawah. Unsur yang dengan sengaja atau tak sengaja bisa merusak kerukunan warga degan komposisi umat beragama yang heterogen, berikut latar belakang lain yang sangat beragam itu.

Umat didepan Masjid Agung Yasfi
Umat didepan Masjid Agung YASFI sehabis solat Ied

Di sinilah peran tokoh masyarakat sangat dibutuhkan, mereka harus punya komitmen untuk menjaga dan membangun lingkungan yang kondusif. Damai itu Indah, ucap Kyai Rachmadin dengan ramah menirukan slogan populer yang sangat disetujuinya itu.

Tak Lupa Kyai Rachmadin juga berpesan agar para penggiat media, jangan turut serta membesar-besarkan masalah.

Pada kesempatan wawancara dengan Pak Kyai Haji Rahmadin Afif, Tim KiranaMedia juga mendapat pesan dari Haji Zaenal Arifin. Beliau memesankan supaya tiap orang saling harga-menghargai, saling menghormati, tidak berprasangka buruk terhadap yang lain.

Share Artikel ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked as *

*