Main Menu

Akhir Piala Dunia 2018

Spasiba Russia, Kemenangan Diplomasi Lewat Piala Dunia

World Cup 2018 Russia

Perhelatan WC Russia 2018 telah berakhir dengan sukses besar  dengan menghasilkan juara dunia Prancis, setelah mengalahkan Kroasia dalam pertandingan final yang seru dengan skor 4-2.

Apa yang tersisa untuk Rusia? Rusia sebagai tuan rumah yang sebelumnya selalu diragukan dan dinilai negatif oleh media akan gagal ternyata membalik prediksi dengan hasil fantastis sebagai penyelenggara.

Bahkan, ajang empat tahunan kali ini dianggap banyak pihak sebagai ajang terbaik sepanjang penyelenggarannya.

Begitupun dengan Tim Nasional sepakbola Rusia yang secara kualitas tak terlalu mentereng mampu menunjukkan harga diri dengan mencapai babak perempat final, jauh dari ekspektasi sebelumnya yang diprediksi para pengamat akan gagal keluar dari zona grup.

Kemenangan Rusia Dari WC Russia 2018

Tak sedikit dana dan usaha yang digelontorkan pemerintah dan rakyat Rusia dalam turnamen internasional ini.

Mereka sadar ini merupakan pertaruhan citra dan juga sebagai kesempatan membalik kampanye antirusia yang gencar akhir-akhir ini oleh lawan politik internasional Rusia.

Seperti diketahui Rusia telah mengalami masa kebangkitan dalam dekade terakhir, khususnya di masa pemerintahan Presiden Vladimir Putin.

Rusia selalu dikemas oleh media barat sebagai negara yang tak demokratis, pelanggar HAM, rasis, dan sejumlah negatif lainnya.

Bahkan media-media Inggris secara khusus menjelang perhelatan di awal Juni memberitakan kemungkinan-kemungkinan buruk yang akan terjadi di Rusia selama World Cup 2018 Russia.

Di antaranya, kerusuhan, terorisme, untuk membuat para suporter enggan menyemarakkan acara di Tanah Merah itu. Tak lupa mereka mengangkat isu Hooligan Rusia sebagai perusuh sepakbola.

Namun semua itu akhirnya dibalik oleh Rusia dengan elegan. Ironisnya semua tuduhan media Inggris justru terjadi dan dilakukan oleh Suporter Inggris.

Seperti aksi vandalisme merusak patung setelah menang atas Panama di penyisihan grup, memprovokasi rakyat Rusia dengan simbol dan nyanyian Nazi, untuk mengusik sejarah kelam dibantainya rakyat Rusia di Perang Dunia II oleh pasukan Jerman.

Baca Lagi!   Uni Eropa - Kanada Siap Lancarkan Perang Dagang Lawan AS

Namun rakyat dan pemerintah Rusia memilih untuk menyerahkan ke panitia FIFA dan berhati-hati karena sedikit pun kesalahan akan langsung dimanfaatkan oleh media antiRusia untuk membuat wacana buruk.

Selama sebulan Rusia melakukan diplomasi melalui sepak bola untuk mematahkan tahunan kampanye antiRusia.

Penggemar sepakbola dari seluruh dunia memadati jalanan di pusat Moskow dan kota penyelenggara lainnya dengan aman, gempita dan penuh warna persahabatan.

Mereka bernyanyi, menari, dan berpesta sepanjang malam di lautan sombrero Meksiko, ponco Peru, helm Viking Islandia, dan tentu saja, triwarna Rusia.

Para perwira polisi Rusia yang tersenyum berbeda dengan gambaran di film-film dan wacana Hollywood yang digambarkan seram dan kaku.

Stadion-stadion baru yang menakjubkan, perjalanan kereta api gratis ke lokasi pertandingan dan tidak ada kerumunan massa yang melakukan kekerasan telah memberi kesan bagi para fans yang berkunjung.

Rusia tampil layaknya negara yang ramah: sangat kontras dengan citra otoriter yang disematkan media barat ke negara itu.

Semua suporter asing yang saya ajak bicara sangat terkejut.

“Saya berterima kasih kepada orang-orang Rusia atas keramahan mereka,” kata pendukung Inggris, Darren dari Blackpool kepada saya di dekat Lapangan Merah, Moskow

“Semua yang dikatakan pemerintah Inggris tentang Rusia adalah bohong. Propaganda. Permainan yang adil untuk Putin. Dia melakukan pekerjaan cemerlang dengan Piala Dunia,” katanya, seperti dikutip dari BBC Indonesia.

Sejumlah bintang sepak bola yang diundang ke Kremlin juga memberi pujian seperti Rio Ferdinand, Peter Schmeichel. Mereka disuguhi teh, dan Putin pun dilimpahi pujian.

“Ini adalah salah satu Piala Dunia terbaik yang pernah saya lihat dalam 40 tahun terakhir,” kata Lothar Matthaus, eks kapten tim Jerman.

Baca Lagi!   Resmi, Deklarasi Cawapres Jokowi dan Prabowo Kejutkan Publik

“Terima kasih, Presiden. Terima kasih, Rusia.”

“Ada yang memberitahu saya, polisi di Lapangan Merah terlihat murah senyum,” Presiden FIFA Gianni Infantino mengungkapkan hal itu kepada sang pemimpin.

“Ini hebat. Ini Rusia sebenarnya. Ini adalah citra baru yang kita miliki tentang Rusia.”

Spasiba Russia, Selamat Tinggal WC Russia 2018

Bagi pejabat Rusia pujian dari para penggemar sepak bola asing adalah penawar propaganda yang mendiskreditkan negara mereka.

World Cup 2018 Russia
Presiden Vladimir Putin sukses merubah citra Rusia lewat Piala Dunia 2018. (Oleg Nikishin/FIFA/Getty Images)

“Masalah dengan citra Rusia tidak diciptakan oleh Rusia,” kata Konstantin Kosachev, yang memimpin komite urusan luar negeri di majelis tinggi parlemen Rusia.

“Itu dibuat oleh negara-negara seperti Inggris, menyebarkan informasi palsu tentang Rusia.”

“Mereka gagal. Kami senang banyak orang Inggris dan negara-negara lain yang memiliki kesempatan untuk tidak menonton siaran BBC yang memberitakan tentang Rusia. Tetapi melihat Rusia sebenarnya dengan mata kepala mereka sendiri.”

Ketika World Cup 2018 Russia berakhir, tantangan bagi Kremlin adalah mengubah kesuksesan kehumasan (public relations) jangka pendek menjadi keuntungan diplomatik jangka panjang.

Banyak yang akan bergantung pada permainan geopolitik yang lebih luas yang dimainkan Rusia saat ini.

Di World Cup 2018 Russia ini juga, Presiden Putin menang dari segi geopolitik. Kedatangan dan sambutan kepada pemimpin-pemimpin negara peserta di tribun, berikut acara-acara sosial bertema Piala Dunia oleh lingkaran kepresidenan Vladimir Putin menunjukkan itu.

Meskipun tim nasional Rusia hanya mampu bertahan hingga 8 besar setelah dikalahkan Kroasia, sesungguhnya ajang Piala Dunia 2018 Rusia ini juga menjadi kemenangan bagi Rusia dan rakyat Rusia, Spasiba Russia untuk penyelenggaraan turnamen fantastis World Cup 2018 Russia!



One Comment to Spasiba Russia, Kemenangan Diplomasi Lewat Piala Dunia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked as *

*