Main Menu

Menapaki Sejarah Hari Ibu

Sejarah Hari Ibu Dan Peringatan Yang Berbeda-Beda Di Dunia

Sejarah Hari Ibu

Sejarah Hari Ibu di berbagai negara dunia tidaklah sama. Di Indonesia, 22 Desember adalah momen spesial untuk Ibunda. Masing-masing negara punya tradisi, sejarah dan tanggal sendiri untuk merayakan hari spesial ini.

Di Indonesia, perayaan Hari Ibu tak memiliki tradisi khas. Perayaan lebih bersifat personal. Masing-masing pribadi punya cara sendiri dalam merayakannya.

Akan tetapi, apa hari ibu dimaknai sebagai pemberian penghargaan atas jasa mereka? Dalam lagu Kasih Ibu, terdapat potongan lirik “Kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa.” Apa iya kasihnya yang ‘sepanjang masa’ ini cukup dihargai dalam sehari apalagi hanya lewat ucapan.

Mengutip pernyataan resmi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Yohana Susana Yembise, peringatan hari ibu bukan soal memberikan penghargaan bagi ibu karena dedikasinya pada keluarga alias peran domestik sebagai pengurus rumah tangga.

Justru hari ibu diperingati sebagai momentum untuk mengenang dan menghargai semangat kaum perempuan dari berbagai latar belakang dalam pergerakan merebut, menegakkan dan mengisi kemerdekaan.

“Peringatan Hari Ibu dimaksudkan untuk senantiasa mengingatkan kepada seluruh rakyat Indonesia terutama generasi muda akan makna Hari Ibu sebagai hari kebangkitan dan persatuan serta kesatuan perjuangan kaum perempuan yang tidak terpisahkan dari kebangkitan perjuangan bangsa,” kata Yohana dikutip dari laman resmi Kemenppa.

Hal ini tampaknya sejalan dengan awal ditetapkannya Hari Ibu oleh Presiden Soekarno. Sejarah hari ibu nasional bermula pada 22 Desember 1928 diselenggarakan Kongres Perempoean Indonesia di Yogyakarta.

Kongres yang diselenggarakan di Dalem Jayadipuran ini dihadiri oleh sekitar 30 organisasi wanita dari 12 kota di Jawa dan Sumatera.

Kongres berawal dari semangat Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Tertular semangat pemuda, kaum perempuan terbakar semangatnya dan menyelenggarakan kongres.

Kongres dimaksudkan untuk menggalang persatuan antarorganisasi yang saat itu cenderung bergerak sendiri-sendiri.

Saat kongres yang ketiga di Bandung pada 1938, diputuskan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu. Kemudian pada 22 Desember 1953 sekaligus peringatan kongres yang ke-25, Presiden Soekarno melalui Dekrit RI No.316 Tahun 1953 menetapkan setiap 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu.

Awalnya, sesuai sejarah Hari Ibu diperingati untuk mengenangkan jasa dan semangat kaum perempuan dalam memperjuangkan dan mengisi kemerdekaan.

Namun dalam perkembangannya sekarang ini, Hari Ibu juga dirayakan untuk menghargai jasa ibu dalam berbagai hal, termasuk karier, urusan rumah tangga, dan kodrat alami sebagai ibu.

Baca Lagi!   Naik Turun Film Pengkhianatan G30S/PKI, Jokowi Usul Agar Diperbarui

Sejarah Hari Ibu Belahan Barat

Di Inggris Hari Ibu lebih dikenal sebagai Mothering Sunday. Dirayakan setiap hari Minggu tiga minggu sebelum Hari Paskah. Hari spesial ini biasanya jatuh di pertengahan Maret atau awal April.

Di hari ini anak-anak pergi ke gereja terdekat dengan tempat tinggal Ibunya. Sejarah hari ibu ini, dulu banyak anak-anak yang merantau ke kota lain untuk bekerja di usia yang sangat muda.

Karena itu, Mothering Sunday menjadi momen sekali setahun saat anak-anak pulang dan keluarga berkumpul lagi. Filosofi ini masih dipegang hingga saat ini.

Pada momen Mothering Sunday, para pekerja diperbolehkan libur untuk mengunjungi orang tua. Permen, cokelat, dan bunga menjadi hadiah yang akan diberikan kepada sang Ibu.

Di Amerika Serikat, Hari Ibu yang dirayakan pada hari Minggu kedua bulan Mei. Bukan sekadar penghargaan kepada Mama, tapi bentuk juga untuk mengingat momen bersejarah.

Sejarah Hari Ibu di Amerika ini lumayan panjang. Dimulai sekitar satu abad yang lalu, seorang tokoh perempuan Ann Jarvis terinspirasi oleh penyair Julia Howe yang memproklamasikan hari ibu sebagai aksi perdamaian.

Di masa perang dunia, Ann Jarvis mengajak perempuan untuk bekerja demi sanitasi yang baik. Hari ini disebutnya dengan Hari Kerja Ibu. Pemilihan hari Minggu, dikarenakan hari Minggu dianggap hari yang suci.

Perjuangan Ann Jarvis dilanjutkan oleh putrinya yaitu Anna Jarvis yang menuntut pengakuan atas Hari Ibu secara resmi.

Pada setiap Minggu kedua bulan Mei, Anna Jarvis mengirimkan 500 tangkai bunga Anyelir ke gereja Ibunya untuk dibagikan kepada ibu-ibu di sana.

Sejarah Hari Ibu
Selamat Hari Ibu (Ilustrasi PPI)

Berawal dari Amerika, tradisi perayaan hari ibu di Minggu Kedua bulan Mei dan bunga Anyelir menjadi tradisi di banyak negara lainnya.

Di Spanyol, Hari Ibu dirayakan seminggu lebih awal dari Amerika. Tidak ada perayaan khusus, tapi memberi kado kecil untuk ibu itu sebuah kewajiban turun menurun.

Sampai tahun 1965 Spanyol memperingati hari Ibu setiap tanggal 8 Desember setiap tahunnya. Namun karena upaya pemisahan Hari Ibu dari konsepsi Gereja, tanggalnya dipindah ke hari Minggu pertama di bulan Mei.

Sebenarnya sesuai sejarah Hari Ibu itu bukan hari libur. Tapi bila harinya bertepatan dengan Hari buruh atau Mayday, orang spanyol akan mengambil cuti selama seminggu penuh untuk perayaannya.

Baca Lagi!   Mengenal Nurtanio, Mimpi dan Semangat di Tengah Keterbatasan

Di hari ini, sang anak akan menghadiahi ibunya kartu ucapan. Ngomong-ngomong, di Spanyol untuk menyebut ‘I love you’ kepada ibu harus menggunakan ‘Te quiero’ bukan ‘Te amo’. Kalau ‘te amo’ itu untuk kekasihmu saja ya.

Di Meksiko, Hari Ibu dirayakan pada tanggal 10 Mei. Dibanding yang lain, perayaan di Meksiko ini paling meriah karena ada pentasnya juga anak memberikan bunga kepada ibunya di meksiko

Sejarah Hari Ibu atau Dia Des Las Madres sudah dimulai sejak era pagan. 10 Mei menjadi tanggal momen penting ini. Di hari itu, semua orang akan menyanyikan lagu Las Mananitas dari The Virgin untuk ibu masing-masing.

Virgin adalah simbol dari Ibu. Namun baru menjadi resmi secara nasional ketika jurnalis menulis tentang pentingnya selebrasi hari ibu di tahun 1922.

Pada hari yang sama, Meksiko menyedikan makanan bagi seluruh Ibu. Momen ini disebut dengan tamale dan atole. Selain memberi bunga, anak-anak juga akan memberikan hadiah. Biasanya anak yang sudah tua dan bekerja memberikan hadiah yang paling mahal.

Budaya Timur Pun Punya Sejarah Hari Ibu

Di India, Hari Ibu diperingati selama 10 hari di bulan Oktober. Mulai dari kartu ucapan hingga undangan makan menjadi bentuk perayaan.

Ada banyak versi sejarah hari ibu di India. Ada yang merayakan seperti tradisi barat yaitu hari Minggu kedua di bulan Mei. Ada yang juga yang merayakan di tanggal 22 Desember.

Namun banyak pula yang merayakan selama sepuluh hari penuh di bulan Oktober. Yang terakhir adalah tradisi umat Hindu yaitu festival Pujha Durga, sebuah penghormatan kepada Dewi Durga yang dianggap Ibu universal atau alam semesta.

Selain memberi hadiah, di momen ini anak-anak juga akan memanjakan ibunya. Semua tugas ibu akan diambil alih oleh sang anak, sehingga sang ibu bisa bersantai di rumah.

Di Jepang, sejarah hari Ibu bermula saat peringatan setiap tanggal 6 Maret sebagai penghormatan kepada Kaisar Akihito.

Di periode Showa, hari Ibu di Jepang dirayakan pada tanggal 6 Maret sebagai penghormatan kepada Putri Mahkota Kojun, ibu dari Kaisar Akihito.

Sejarah Hari Ibu
Kongres Perempuan Indonesia (Foto: Padamu.net)

Namun pada perkembangannya, Jepang mengikuti tradisi lain di dunia untuk merayakan Hari Ibu di hari Minggu kedua pada bulan Mei.

Baca Lagi!   Mengenang Kisah Tionghoa Punggawa Piala Thomas Di Reformasi 1998

Pada momen ini, harga bunga khususnya Anyelir melambung tinggi, karena anak-anak akan memberikan bunga Anyelir kepada sang Ibu.

Di Jepang, bunga anyelir memang merupakan simbol dari Ibu. Selain itu, perkumpulan dan doa bersama akan digelar. Restoran-restoran pun akan penuh pengunjung yang merayakan hari spesial ini bersama keluarga.

Di Thailand, Hari Ibu jatuh pada tanggal 12 Agustus yang dirayakan dengan parade nasional. Perayaan ini juga berupa penghormatan kepada keluarga kerajaan.

Sejarah hari ibu negeri Siam ini diawali tahun 1970-an, perdana menteri berniat memperkenalkan keluarga kerajaan kepada rakyat. Maka dipilihlah hari kelahiran sang Ratu Thailand, Qeen Shirikit sebagai hari ibu, yaitu 12 Oktober.

Selain dirayakan secara personal antara Ibu dan Anak, Hari Ibu di Thailand juga dirayakan secara nasional dengan pagelaran konser dan parade. Perayaaan hari ibu diawali dengan memberikan sedekah kepada rahib atau biarawan.

Kemudian sang anak mengekspresikan kasih kepada Ibu dengan memberikan bunga melati yang dianggap sebagai tanda sucinya kasih ibu.

Selain ada hari Ibu, di Thailand ada juga hari Ayah lho. Tentu saja jika Hari Ibu diambil dari tanggal lahir ratu maka Hari Ayah diambil dari hari lahir sang raja.

Selain negara-negara yang sudah disebutkan, ada juga Perancis yang memilih minggu terakhir Mei sebagai momen Hari Ibu.

Lalu Argentina memilih minggu ketiga di bulan Oktober, sementara Lebanon memilih hari pertama musim semi sebagai Hari Ibu.

Sebuah momen penghargaan terhadap perempuan yang sudah membawa kita ke dunia dan melakukan banyak hal untuk membuat kita bahagia.  Meskipun dirayakan di tanggal hari ibu berbeda, latar Sejarah Hari Ibu tak sama,  namun semangat peringatan tetaplah sama ©Hipwee.

Baca Artikel Lain Penulis Dengan Klik Nama Profil Penulis Di Bawah Ini



4 Comments to Sejarah Hari Ibu Dan Peringatan Yang Berbeda-Beda Di Dunia

  1. Thanks for your helpful post. As time passes, I have come to be able to understand that the particular symptoms of mesothelioma are caused by a build up associated fluid between the lining in the lung and the chest cavity. The sickness may start while in the chest spot and distribute to other body parts. Other symptoms of pleural mesothelioma cancer include fat reduction, severe inhaling trouble, nausea, difficulty taking in food, and bloating of the neck and face areas. It should be noted that some people with the disease never experience just about any serious indications at all.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked as *

*