Main Menu

Legenda Musik Berpulang

Penggubah Warna Khas Musik Godbless, RIP Yockie Suryo Prayogo

Yockie Suryo Prayogo

Panggung musik Indonesia kehilangan salah satu musisi terbaikanya, Yockie Suryo Prayogo. Sang legenda meninggal dunia pada usia 63 tahun.

Kabar duka itu disampaikan oleh salah seorang putranya.Yockie Suryo Prayogo meninggal dunia di RS Pondok Indah, Senin, 5 Februari 2018 pukul 07.35 WIB.

Konser Untuk Yockie Suryo Prayogo

Yockie memang diketahui sedang terbaring sakit akibat pendarahan pembuluh darah di otak. Akhir Januari lalu, kawan-kawan musisinya membuat konser amal bertajuk Pagelaran Sang Bahaduri.

Seluruh pendapatan konser malam itu digunakan untuk pengobatan Yockie.

Konser itu sendiri digagas oleh para sahabatnya. Sederet musisi ikut tampil, seperti Andy (rif), Ariyo Wahab, Aning Katamsi, Benny Soebardja, Berlian Hutauruk, Bonita, Che (Cupumanik/Konspirasi), D’Masiv, Debby Nasution, Dhenok Wahyudi, Dira Sugandi, Fadly (Padi), Fariz RM, Fryda Lucyana, Gilang Samsoe, Ingrid Widjanarko, Kadri Mohamad, Keenan Nasution, Louise Hutauruk, Mondo Gascaro, Nicky Astria, Once, Tika Bisono, serta Eros Djarot, dan tentu saja God Bless.

Semua pendapatan konser nantinya akan disumbangkan untuk biaya pengobatan Yockie Suryo Prayogo.

Penggalangan dana untuk Yockie Suryo Prayogo juga dilakukan melalui Kitabisa.com. Penggalangan dana itu dipelopori oleh pengamat musik Adib Hidayat.

Sampai saat ini penggalangan dana itu belum ditutup. Sejauh ini sudah terkumpul lebih dari Rp163 juta.

Musisi Yockie Suryo Prayogo lahir pada 14 September 1954. Dia tercatat pernah tergabung dalam berbagai grup rock seperti Bigman Robinson, Double O, Giant Step, Contrapunk, dan Jaguar. Pada akhirnya Jockie lebih dikenal ketika bergabung dalam kelompok musik rock God Bless.

Kepiawaiannya bermain dalam ranah musik yang berbeda, dari rock, klasik, jazz, pop, dan etnik, menjadikan Jockie dikenal sebagai musisi serbabisa.

Dia mampu berbaur dalam genre musik apa pun tanpa menghilangkan karakter dalam bermusik.

Baca Lagi!   Deretan Aktris Holywood Korban Pelecehan Harvey Weinstein

Yockie Suryo Prayogo dan Musik Indonesia

Yockie Suryo Prayogo tercatat bergabung membentuk Godbless pada 1972. Corak permainan keyboardnya dianggap memberikan kontribusi dalam membentuk karakter musik Godbless.

Yockie Suryo Prayogo
Yockie saat dijenguk oleh dua rekannya dari Godbless, Ian Antono dan Achmad Albar (Foto: Tribun Jambi)

Dia menyisipkan aksen klasik, terutama membaurkan bunyi-bunyian piano dan Hammond. Posisi Yockie di Godbless sempat digantikan Abadi Soesman dalam album Cermin dan bergabung kembali dalam penggarapan album Semut Hitam yang dirilis pada tahun 1988.

Pada 1977, Yockie berada di jalur musik pop. Saat itu ia menjadi arranger album Lomba Cipta Lagu Remaja (LCLR) yang diadakan Radio Prambors.

Gebrakan Yockie Suryo Prayogo yang menata aransemen lagu seperti Lilin Lilin Kecil (James F. Sundah) dianggap sebagai suntikan darah baru dalam industri musik pop.

Pada tahun yang sama, Eros Djarot menggandeng Yockie Suryo Prayogo untuk menggarap album soundtrack film Badai Pasti Berlalu bersama dengan sederet musisi seperti Chrisye, Berlian Hutauruk, Debby Nasution, Keenan Nasution, dan Fariz RM.

Album ini pun menjadi fenomenal terutama dari sisi tata musik yang menyajikan melodi yang luas serta penulisan lirik yang lebih puitis.

Gaya aransemen musik seperti ini lalu berlanjut ketika Yockie Suryo Prayogo menggarap album-album solo Chrisye seperti Percik Pesona, Puspa Indah Taman Hati, Pantulan Cinta, Resesi, Metropolitan, dan Nona yang sering disebut orang sebagai pop kreatif.

Pada 2012, Yockie Suryo Prayogo berkolaborasi dengan Pure Saturday, band asal Bandung. Bagi Yockie, kerja sama dengan band dari generasi yang jauh dari generasi dia memberinya pengalaman baru.

“Saya ini musisi yang terbuka bekerja sama dengan siapa saja, termasuk dengan band yang muda-muda. Biar bagaimana pun, generasi saya harus memberi masukan kepada generasi yang lebih muda. Jangan sampai ada gap, karena pengalaman tidak akan bohong,” kata Yockie Suryo Prayogo ketika itu ©Pikiran Rakyat.

Baca Artikel Lain Penulis Dengan Klik Nama Profil Penulis Di Bawah Ini



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked as *

*