Main Menu

HTI Dibubarkan

Resmi Dibubarkan , Pintu Kembali Eks HTI Ke Ideologi Pancasila

Eks HTI

Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta menolak gugatan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) terhadap Surat Keputusan (SK) Menkumham soal SK pembubaran, dan para Eks HTI diimbau kembali ke idiologi Pancasila.

“Maka dengan itu tindakan penggugat sudah betentangan dengan UU berlaku terhadap pasal 59 ayat 4 huruf c Perppu Ormas,” ucap ketua majelis hakim Tri Cahya Indra Permana di ruang sidang utama PTUN Jakarta, Jl Sentra Primer Timur Baru, Jakarta Timur, Senin (7/5/2018).

Majelis menyatakan, perjuangan HTI terbukti bertentangan dengan Pancasila. Menurutnya hal itu dibuktikan dengan bukti-bukti yang ditampilkan saat persidangan berlangsung.

“Karena terbukti paham yang diperjuangkan penggugat bertentangan dengan Pancasila,” ucapnya.

Salah satu bukti yang dipertimbangkan hakim ialah buku ‘Struktur Negara Khilafah’ yang diterbitkan HTI pada tahun 2005.

Majelis menganggap bukti-bukti di persidangan sangat mendukung HTI yang ingin mendirikan negara khilafah yang tak sesuai asas demokrasi Pancasila.

“Menimbang bahwa buku ‘Stuktur Negara Khilafah’ yang diterbitkan HTI 2005, penggugat memandang demokrasi adalah sistem kufur karena menjadikan kewenangan ada di tangan manusia bukan pada Allah. Dengan demikian penggugat tidak menghendaki adanya pemilu,” ucapnya.

Atas vonis tersebut HTI akan banding. Menurut eks Jubir HTI, Ismail Yusanto, putusan ini sebagai bentuk kezaliman.

“Karena itu tidak menerima kami akan melalukan upaya hukum berikutnya banding,” kata Ismail Yusanto usai persidangan.

Eks HTI diimbau kembali ke NKRI

Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengapresiasi putusan PTUN.

Menurut Yaqut, bukti-bukti bahwa HTI telah melanggar UU Ormas (perubahan atas Perrpu Ormas) telah menjadi fakta hukum yang tidak bisa dibantah.

Eks HTI
Eks HTI Sidang vonis gugatan HTI di PTUN Jakarta (Foto Detik Agung Pambudhy)

Kegiatan-kegiatan HTI, dia menambahkan, telah bertentangan dengan ideologi Pancasila, yaitu menyebarkan paham khilafah.

“HTI harus menghormati putusan pengadilan. HTI harus menghentikan seluruh kegiatannya dan propaganda khilafah dalam bentuk apa pun. HTI harus tunduk dan patuh terhadap hukum di Indonesia, mengakui Pancasila sebagai dasar negara,” kata Yaqut dalam pernyataan tertulisnya, Senin (7/5/2018).

Dia menegaskan NKRI berdasarkan Pancasila. Bangsa ini, masih kata Yaqut, harus berpegang teguh dan mengimplementasikan Pancasila sebagai ‘kalimatun sawa’ (kesamaan sikap dan langkah) dalam penyelenggaraan negara.

“Maka, jika ada kelompok yang ingin mengganti NKRI yang berasaskan Pancasila dengan negara Islam melalui daulah islamiyah dan khilafah, mereka akan berhadapan dengan Ansor dan warga NU,” kata Yaqut.

Atas putusan tersebut, Yaqut menginstruksikan agar seluruh anggota Ansor dan Banser bersama masyarakat mengawal keputusan PTUN ini.

Anggota Ansor dan Banser diminta ikut memberi penjelasan kepada masyarakat bahwa HTI telah dibubarkan. Dia minta anggota Ansor dan Banser tidak terprovokasi.

Jangan Memusuhi Eks HTI

Gus Yaqut juga mengimbau kepada seluruh pengurus, anggota, atau simpatisan HTI agar kembali kepada NKRI. Yaqut meminta agar eks HTI tak dimusuhi.

“Jangan dimusuhi, nggak boleh. Saya meminta seluruh anggota Ansor dan Banser untuk merangkul mereka, kembali ke Ibu Pertiwi, bersama-sama NKRI tegak berdiri, membangun negara tercinta ini,” tegas Gus Yaqut.

Gus Yaqut berpendapat eks HTI adalah saudara seiman, sehingga tidak boleh dimusuhi, apalagi dikucilkan. “Terhadap yang berbeda keyakinan saja kita menghormati, menjalin silaturahmi yang baik, apalagi ini saudara sesama muslim. Wajib hukumnya,” ujar Gus Yaqut.

Wakil Ketua Komisi VIII dari Fraksi Golkar Ace Hasan Syadzily juga mengimbau agar eks-HTI kembali ke Pancasila.

“Kami mengimbau kepada seluruh anggota eks HTI kembali ke pangkuan Pancasila dan NKRI sebagai milik kita semua, bangsa Indonesia,” ujar Ace ©Detiknews.

Baca Artikel Lain Penulis Dengan Klik Nama Profil Penulis Di Bawah Ini

(Visited 7 times, 1 visits today)

Hits: 2

Share Artikel ini!
  • 4
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    4
    Shares