Main Menu

Tragedi Danau Toba

Duka Dari Danau Toba, Pencarian Korban KM Sinar Bangun Berlanjut

KM Sinar Bangun

Peristiwa duka menyelimuti Sumatera Utara, saat kapal kayu KM Sinar Bangun tenggelam di Danau Toba. Sampai hari ketiga jumlah dan data tentang kecelakaan tersebut masih simpang-siur, namun usaha pencarian masih tetap dilanjutkan.

KM Sinar Bangun yang mengangkut puluhan penumpang tenggelam di perairan Danau Toba, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin petang.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Samosir, Mahler Tamba mengungkapkan, penyebab tenggelamnya KM Sinar Bangun, yakni akibat kelebihan kapasitas, cuaca buruk dan kesalahan manusia.

Data Penumpang KM Sinar Bangun Simpang-siur

Informasi awal, pihak kepolisian menyebut kapal yang berlayar dari Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir itu mengangkut 70 penumpang.

Di tengah perjalanan menuju Pelabuhan Tigaras Parapat, Kabupaten Simalungun, KM Sinar Bangun tersebut mengalami kecelakaan.

Posko pencarian korban pada hari ini ramai didatangi pihak keluarga penumpang kapal tersebut. Hingga sore hari ini ada sebanyak 94 nama penumpang kapal yang dilaporkan hilang.

“Untuk korban kapal yang dinyatakan hilang atau belum ditemukan hingga saat ini berjumlah sekitar 94 orang sesuai data sementara pada papan aduan keluarga penumpang

yang tertera pada posko,” kata Karo Penmas Polri Brigjen M Iqbal lewat keterangan tertulisnya, Selasa (19/6/2018).

KM Sinar Bangun
Petugas Basarnas melakukan pencarian korban KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba (Foto: Dok. REUTERS/Albert Damanik)

Dia mengingatkan belum dapat dipastikan berapa jumlah korban yang sebenarnya. Diperkirakan jumlah nama korban terus bertambah.

Pencarian yang dilakukan sejak Senin (18/6), ada sebanyak 19 korban yang sudah ditemukan. Satu di antaranya tewas yakni seorang penumpang perempuan bernama Tri Suci Hadayani (24) yang beralamat di Aceh Tamiang.

Saat ini jasad Suci ditangani di Puskesmas Kecamatan Tigaras. Sementara 18 korban yang selamat ada 4 orang yang dirawat di RS Siantar dan 14 orang lainnya dirawat di RS Samosir.

Rencananya, proses pencarian korban Kapal Motor Sinar Bangun akan dilakukan 10 hari ke depan.

Proses pencarian dan evakuasi melibatkan TNI/Polri, Basarnas, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Tim Penanganan Tenggelamnya KM Sinar Bangun

Ada 5 tim yang dibentuk untuk mempercepat penanganan korban KM Sinar Bangun, yang tenggelam pada Senin (18/6). Basarnas yang jadi leading sector akan mengerahkan tim khusus yang akan melakukan pencarian korban dengan cara menyelam ke danau.

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menyebutkan, untuk memudahkan pendataan, pencarian, dan penyelamatan penumpang KM Sinar Bangun, dibentuk lima tim SAR Gabungan. Masing-masing tim memiliki tugas berbeda.

Untuk Tim pertama tugasnya adalah mendaftar korban. Penanggung jawabnya Polres Samosir dan Polres Simalungun. Ini disebabkan karena Tim SAR Gabungan tak punya data pasti dimana KM Sinar Bangun tidak memiliki manifes.

Tim kedua bertugas mencari korban yang masih dinyatakan hilang. Tim kedua ini juga terdiri dari berbagai unsur.

Yang ketiga bertugas meneliti penyebab kecelakaan. Tim ini di bawah komando Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Sementara, tim keempat tugasnya menangani korban tenggelamnya KM Sinar Bangun, baik yang selamat maupun meninggal dunia.

Tim juga harus mengumpulkan kesaksian dari para korban. Sedangkan, Tim DVI Polda Sumut bertanggung jawab mengidentifikasi korban yang meninggal.

Selanjutnya, tim kelima bertugas memulangkan korban yang berhasil dievakuasi. Semua korban, baik selamat maupun meninggal dunia, harus dipulangkan.

Penanggung jawab tim kelima adalah Pemerintah Provinsi Sumut.

Kementerian Perhubungan juga mengirim Tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk menyelidiki penyebab karamnya KM Sinar Bangun yang pada saat kejadian, angin kencang, hujan dan ombak tinggi sekitar 2 meter melanda Danau Toba ©Liputan6.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked as *

*