Main Menu

Mahasiswi Indonesia Luar Negeri

Polisi Rotterdam, Belanda Tangkap Pemerkosa Mahasiswi Indonesia

mahasiswi asal Indonesia di Belanda (ilustrasi)

Polisi Rotterdam, Belanda berhasil menangkap pemerkosa mahasiswi asal Indonesia. Tersangka berusia 18 tahun itu kini ditahan kepolisian setempat.

Seorang mahasiswi asal Indonesia diperkosa di Rotterdam, Belanda, oleh orang tak dikenal. Pihak KBRI Den Haag terus melakukan pendampingan terhadap korban yang saat ini berada di rumah sakit.

“Belum semuanya (keluarga korban sudah tiba di Belanda). Tadi KBRI sudah memfasilitasi,” kata Dubes Indonesia untuk Belanda I Gusti Agung Wesaka Puja saat dikonfirmasi detikcom, Senin (23/7/2018).

Hingga Senin (23/7) kemarin, KBRI menyebut pihak RS saat ini belum mengizinkan korban dijenguk.

“Benar adanya peristiwa tersebut. Mahasiswi tersebut masih dalam perawatan. Pihak RS belum mengizinkan untuk dijenguk,” ucap Dubes I Gusti Agung.

Seperti dilansir media Belanda RTV Rijnmond, pelaku mencoba mencekik korban dengan rantai sepeda dan memperkosanya. Korban yang tidak berdaya sempat tidak sadarkan diri.

RTV Rijnmond menyebut korban adalah mahasiswi pertukaran di salah satu universitas di Rotterdam. Perempuan itu berusia 20-an awal dan berasal dari Indonesia.

Kronologi Penangkapan Oleh Polisi Belanda

Dilansir media NOS, Kamis (26/7/2018), polisi tak menjelaskan bagaimana cara mereka menangkap pelaku. Polisi menyebut kerja mereka merupakan ‘kerja kuno detektif’.

Kejadian bermula ketika perempuan tersebut mengendarai sepeda dari Stasiun Kereta Rotterdam Centraal menuju indekosnya di Herman Bavinckstraat, pada pukul 05.00, Sabtu (21/7). Kedua lokasi berjarak sekitar 4,4 kilometer.

Sekitar 1,5 jam kemudian, saat dia baru tiba di depan indekosnya dan sedang mengunci sepeda, tiba-tiba seorang pria menyerangnya dan memperkosanya.

Beberapa saat setelah itu, dalam kondisi terluka, dia memberitahu tetangganya yang merupakan seorang perempuan lanjut usia.

“Kejadiannya brutal sekali,” kata seorang tetangga lanjut usia kepada Algeemen Dagblad.

Baca Lagi!   Jokowi Berbesar Hati Dengan Insiden Kartu Kuning Oleh BEM UI

“Di luar sudah terang, semua orang bisa lihat. Saya sedang menonton televisi dengan gorden tertutup. Saya dengar orang berlari. Kemudian saya dengar orang bilang, ‘tidak’, dan merintih. Saya tidak lihat ke luar karena saya pikir itu anak-anak muda yang baru bepergian semalaman. Kalau saya tahu saya sudah telepon polisi,” sambungnya.

KBRI Belanda Jaga Privasi Korban

Kepolisian, menurut laporan harian tersebut, menduga korban telah diikuti beberapa kilometer sebelum indekos.

KBRI Belanda
KBRI Belanda

Investigasi sementara aparat menunjukkan bahwa tersangka berusia 20-an tahun, berkulit gelap, memakai baju berponco, dan mengendarai sepeda berwarna gelap.

Dalam keterangan kepada majalah Universitas Erasmus Rotterdam (EUR), ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia di Rotterdam, Zaid Ramadhan Hanan, mengatakan telah mendatangi rumah sakit dan memastikan bahwa korban merupakan mahasiswi EUR dan bukan mahasiswi pertukaran sebagaimana disebutkan di sejumlah media.

Direktur Perlindungan WNI dari Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhamamad Iqbal, menegaskan bahwa tim Kedutaan Besar RI di Belanda akan terus memberikan pendampingan serta berkoordinasi dengan otoritas setempat.

“Keluarga meminta untuk diberikan privasi dalam kasus ini. Sesuai SOP Kemlu kami harus menjaga identitas korban,” pungkas Lalu ©detiknews.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked as *

*