Main Menu

Jelang Sensus Penduduk 2020

Jelang Sensus Penduduk, BPS Buka 800 Ribu Lowongan Petugas

Sensus Penduduk

Badan Pusat Statistik (BPS) akan melaksanakan Sensus Penduduk yang ketujuh, pada tahun 2020 mendatang. Ini akan menjadi sensus penduduk ketujuh kali di Indonesia.

Tenaga Kerja Sensus Penduduk 2020

Sensus tersebut akan membutuhkan sumber daya manusia minimal sebanyak 800 ribu orang sebagai petugas pencacah.

Deputi bidang Statistik Sosial BPS M. Sairi Hasbullah mengatakan, angka 800 ribu merupakan jumlah minimal di mana kebutuhan pencacah paling banyak adalah 1 juta tenaga pencacah.

Menurut dia, tenaga ini diperlukan lantaran jumlah pegawai BPS tidak memadai. Adapun menurutnya, saat ini jumlah tenaga kerja BPS hanya berjumlah 15 ribu orang.

“Tentu karena tenaga milik kami tak cukup, maka tentu akan ada rekrutmen khusus bagi pencacah di tahun 2020 nanti,” jelas Sairi ditemui di Gedung BPS, Rabu (14/2).

Jumlah tersebut, lanjut Sairi, dianggap tak berlebihan mengingat Sensus Penduduk Indonesia merupakan sensus terbesar ke-empat di dunia setelah China, India, dan Amerika Serikat.

Apalagi, pencacahan akan dirasa berat seiring kondisi geografis Indonesia yang bervariasi.

Rencananya, rekrutmen ini mulai dilaksanakan pada awal tahun 2020 mendatang dan akan diterjunkan langsung di sensus yang dilakukan bulan Juni.

Masyarakat tentu bisa mendaftar menjadi tenaga pencacah asal sudah lulus pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Nanti akan ada pelatihan dua hari sehingga kualitas pencacahan dari Sabang hingga Merauke semuanya sama. Tak ada yang berbeda,” paparnya.

Nantinya, proses rekrutmen juga akan dibantu oleh aparatur pemerintah daerah hingga tingkat desa dan kelurahan.

Selain pelatihan, tentu pencacah juga harus niat mengikuti program Sensus Penduduk. Sebab, berkaca pada Sensus Penduduk tahun 2010 lalu, masyarakat tidak begitu akomodatif terhadap petugas, di mana kondisi ini berbeda dibanding beberapa sensus sebelumnya.

“Tahun 2020 yang lebih besar adalah perubahan sosialnya. Mobilitas semakin tinggi dan masyarakat lebih individualis. 1 juta petugas sensus di lapangan ini tentu memiliki variasi yang akan ditemui di lapangan,” pungkas dia.

Sensus Penduduk dilakukan sepuluh tahun sekali sesuai amanat Undang-Undang (UU) Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Sensus pertama kali dilakukan tahun 1961 dan terakhir dilakukan di tahun 2010. Dalam Sensus Penduduk yang terakhir, penduduk Indonesia tercatat 242,5 juta jiwa ©Cnn-indonesia.

Sensus Penduduk Mini 2018

Kepala BPS, Suhariyanto memaparkan, dalam melaksanakan SP 2020 ini, BPS menggunakan tiga prinsip dasar yaitu accurate, benchmark dan juga comprehensive.

“Data BPS mesti akurat sehingga bisa menjadi benchmark karena data yang digunakan komprehensif,” ujar dia.

Sensus Penduduk
Kepala BPS Suhariyanto (Foto bisnis.com)

Oleh karena itu Badan Pusat Statistik (BPS) akan menggelar pilot Sensus Penduduk (SP) pada Juli 2018 di tujuh wilayah di Indonesia.

Ini merupakan tahapan awal untuk menyelenggarakan SP yang lebih besar pada 2020.

Tujuh wilayah yang menjadi target sasaran sensus mini Juni 2018, antara lain Sumatera Utara, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, dan Jawa Barat.

Ia juga menambahkan, BPS akan berinovasi dalam menyelenggarakan SP ini. Hal ini diwujudkan dengan tiga poin penting.

“Pertama BPS akan memanfaatkan teknologi geospasial sebagai kerangka induk pengumpulan data, kemudian dengan papi (paper and pencil interviewing), capi (computer assisted personal interviewing), dan juga cawi (computer assistance dan web interviewing). Serta ketiga BPS akan menggunakan data registrasi penduduk untuk Capil dari Kemendagri. Ini kami lakukan supaya tidak ada dispute komunikasi,” ujar Hariyanto.

Suhariyanto sebagaimana diberitakan Liputan6.com, mengungkapkan dibutuhkan keterlibatan dari semua pihak untuk menciptakan SP yang berkualitas.

“Keberhasilan SP ialah keharusan untuk menghasilkan data yang berkualitas. Maka dari itu perlu komitmen dan pemahaman yang baik dari seluruh stakeholder untuk ikut menyukseskan Sensus Penduduk 2020 nanti,” tutur Suhariyanto.

Baca Artikel Lain Penulis Dengan Klik Nama Profil Penulis Di Bawah Ini

Share Artikel ini!
  • 23
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    23
    Shares


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked as *

*