Main Menu

Kecelakaan Transportasi

Nakhoda Sengaja Kandaskan KM Lestari Maju, 34 Meninggal

KM Lestari Maju

Belum lepas perhatian kita dari tragedi tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, peristiwa kelam kembali menambah catatan buruk transportasi air dalam negeri, kandasnya KM Lestari Maju di Perairan Selayar, Sulawesi Selatan.

Kapal penyeberangan KM Lestari Maju yang bertujuan ke Pamatata mengangkut 139. Kapal yang dinakhodai oleh Agus Susanto ini dikandaskan sekitar 300 meter dari Pantai Pabadilang, Selayar.

Mengapa KM Lestari Maju Dikandaskan ?

Direktorat Jendral Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan memastikan kapal penyeberangan KMP Lestari Maju sengaja dikandaskan oleh awak kapal karena mengalami kerusakan.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo mengatakan kerusakan di badan kapal akibat faktor cuaca buruk membuat nakhoda mengambil langkah untuk segera mengandaskan kapal.

“Laporan yang disampaikan dari Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Bulukumba disebutkan bahwa kapal tersebut kemasukan air karena cuaca buruk.

KM Lestari Maju
Sejumlah warga berusaha membantu evakuasi korban yang selamat saat KM Lestari Maju tenggelam di Perairan Selayar, Sulawesi Selatan. (Foto Cnn Indonesia)

Nakhoda kapal sengaja dikandaskan agar tidak tenggelam,” katanya.

“Jadi ini dilakukan untuk memudahkan proses evakuasi juga. Penumpang sudah diajarkan metode keselamatan oleh nakhoda,” kata dia, Proses evakuasi sampai saat ini masih terus dilakukan. Sejumlah kapal nelayan dan tim dari Basarnas bergabung untuk mengevakuasi penumpang kapal itu.

“Sebagian penumpang sudah berhasil dievakuasi sedangkan sebagian lagi masih di atas kapal,” ujar Agus.

Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PPLP) Surabaya pun telah mengerahkan 1 unit kapal patroli KNP Chundamani untuk membantu evakuasi penumpang yang tersisa.

Korban KM Lestari Maju

Kapal KM Lestari Maju merupakan Kapal jenis Ro-Ro yang melayani lintas penyeberangan Bira-Pamatata.

Kapal dengan panjang 48.48 meter dan lebar 16.50 meter serta berat 1519 Gross Tone ini berbahan dasar baja dan memiliki jumlah geladak 1 buah, jumlah baling-baling dua buah serta daya mesin sebesar 650 HP.

Baca Lagi!   Tak Usah Rebutan Lagi, Payung Hukum Angkutan Online Telah Terbit

Selain mengangkut penumpang, Agus mengatakan kapal KMP Lestari Maju juga membawa kendaraan roda dua sebanyak 18 unit, kendaraan roda empat sebanyak 14 unit, kendaraan golongan lima sebanyak delapan unit dan kendaraan golongan enam sebanyak delapan unit dengan jumlah total seluruhnya 48 unit kendaraan.

Kepala Bagian Humas Basarnas Marsudi mengatakan tim evakuasi kembali menemukan empat penumpang yang menjadi korban tenggelamnya KM Lestari Maju.

Berdasarkan informasi dari Humas SAR Makasar, keempatnya ditemukan tewas. Dengan demikian, jumlah penumpang tewas mencapai 34 orang.

Marsudi mengatakan keempat korban meninggal itu ditemukan dalam waktu yang hampir bersamaan.

“Sekitar pukul 11.00 WIB ditemukan kurang lebih bersamaan,” kata dia.

Sebelumnya, kabar termutakhir pukul 07.35 WIB menyebutkan bahwa jumlah korban yang ditemukan mencapai 160 orang.

Rinciannya, 30 orang meninggal dunia sedangkan 130 orang lainnya selamat. Sementara jumlah orang yang menumpang kapal tersebut 164 orang, namun yang tercatat 144 orang.

Marsudi mengatakan hingga saat ini masih ada warga yang melapor kehilangan keluarganya ke posko evakuasi di daerah setempat. Pihaknya juga akan mengkroscek kembali laporan tersebut.

Kecelakaan KM Lestari Maju terjadi Selasa (3/7) sekitar 14.30 WITA. Kapal tersebut karam saat tengah berlayar dari Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba menuju Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan.

Diduga KM Lestari Maju mengalami kebocoran mesin di tengah perjalanan menuju Selayar. Nahkoda kemudian berupaya menepikan kapal ke pulau terdekat, namun sebelum sampai sebagian kapal KM Lestari Maju sudah karam ©Cnn-indonesia.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked as *

*