Main Menu

Kriminalitas Narkoba

Hutang Piutang Hanya 1,6 Juta, Kartel Narkoba Bakar Satu Keluarga

Kartel Narkoba

Otak pelaku pembakaran satu keluarga di Makassar oleh Kartel Narkoba , Sulsel, Daeng Ampuh ternyata memerintahkan 2 tim eksekutor untuk menghabisi nyawa korban. 2 Tim ini bertugas untuk menagih dan membunuh.

Sebagaimana diketahui, Daeng Ampuh (napi narkoba) berniat membunuh Fahril. Sebab Fahril memiliki utang penjualan narkoba ke Daeng Ampuh. Daeng lalu menyuruh anak buahnya untuk menghabisi nyawa Fahril.

Korban Kartel Narkoba

Caranya yaitu dengan membakar rumah Fahril. Tapi lima orang lainnya di rumah tersebut ikut mati terpanggang. Berikut ini enam yang tewas saat kebakaran pada 6 Agustus lalu:

1. H Sanusi 75 tahun
2. Hj Bondeng 70 tahun
3. Hj Musdalifa 40 tahun
4. Hijas 6 tahun
5. Mira 18 tahun
6. Fahril (bandar narkoba)

“Jadi Daeng Ampuh ini memerintahkan kepada 2 kelompok pelaku pembakaran,” kata Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Irwan Anwar kepada detikcom, Selasa (14/8/2018).

“Informasinya, instruksi Daeng Ampuh adalah ‘ini pertama saya kasih duit Rp 500 ribu. Ini barang sabu pakai sebelum menagih’,” sambung Irwan menirukan kata-kata Daeng Ampuh.

Kelompok pertama melalui Iwan Lili yang kemudian memerintahkan kepada saudaranya, yaitu Riswan. Riswan kemudian mengajak rekan-rekannya untuk menagih dan mencegat

Fahri di Jalan Barukang dan memukulnya.

“Kelompok kedua adalah Andi Muhammad Ilham, dia juga ditugaskan menagih dan membakar rumah,” ucapnya.

Dia berharap kasus ini segera tuntas dengan tertangkapnya Appank yang saat ini masih dalam pengejaran. Appank masuk dalam kelompok kedua yang ikut melakukan pembakaran.

“Dari luar, rumah ini disiram dengan bensin dan dibakar dengan api,” ujarnya.

6 Orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini dan 3 Diantaranya terancam dengan hukuman mati.

“Pasal yang dipersangkakan adalah Pasal 340 ayat 3 junto pasal 55 KUH Pidana dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup,” kata Irwan.

Baca Lagi!   Berkaca Dari Kisah Fidelis, Penegakan Hukum di Antara Alat dan Tujuan

3 Orang yang terancam hukuman mati Andi Muhammad Ilham, Daeng Ampuh, dan Appang. Daeng Ampuh sebagai otak pembunuhan ini memberikan instruksi untuk membunuh Fahri dari dalam selnya di LP Makassar.

Hutang Kartel Narkoba

Pembakaran rumah di Jalan Tinumbu Lorong 166b, Kelurahan Panampu, Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan ini terkait dengan utang piutang narkoba salah seorang keluarga di rumah itu.

Fahril (24) memiliki utang pembayaran narkoba dengan geng Daeng Ampuh. Daeng sedang meringkuk di dalam LP Makassar.

Sebelum rumah itu dibakar, ayah Fahril, Amir, mengaku didatangi oleh sejumlah orang yang mencari anaknya untuk menangih utang.

Foto: Daeng Ampuh (topik/detikcom)

“Sempat datang mencari anak saya untuk menagih utang. Saya tanya utang apa? Dia tidak mau kasih tahu. Mau saya bayar juga dia tidak mau. Maunya ketemu sama anakku,” kata Amir saat dikonfirmasi detikcom, (Senin 12/8/2018).

Amir menceritakan rumahnya terbakar begitu cepat dan merembet ke rumah warga yang lain. Padahal, api berasal dari tembok luar rumah.

“Apinya saat itu dari tembok di luar tembok itu. Saya heran kenapa begitu cepat menyebar ke rumah lain dan membesar? Padahal api dari luar tembok,” jelas Amir.

“Mungkin seperti itu ada yang sengaja membakar. Tapi kita serahkan ke polisi untuk menyelidiki karena sudah ada labfor juga,” jelasnya.

Terkait dengan adanya permasalahan utang piutang dari salah seorang keluarganya, Amir membenarkan hal tersebut. Menurutnya saat itu datang seorang menagih utang sebanyak Rp 1,6 juta dan ingin menemui anaknya.

“Kalau tidak salah utangnya katanya Rp 1,6 juta. Saya mau bayarkan, ini orang tidak mau,” terangnya.

Fahril memiliki utang penjualan narkoba ke Daeng Ampuh. Geng kartel narkoba Daeng lalu menyuruh anak buahnya untuk menghabisi nyawa Fahril ©detiknews.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked as *

*