Main Menu

ISIS Mengancam Polri dan Banser Tak Gentar

ISIS Mengancam, Polri dan Banser Tak Gentar

Polri

Ilustrasi Gambar (sumber disini)

Oleh Baran Batara

Tiga aksi terorisme terakhir yang terafiliasi dengan organisasi teroris ISIS di Indonesia tampaknya masih berbuntut panjang. Para pelaku teror terus mengincar polisi sebagai sasaran. Kasus pemboman di Kampung Melayu Jakarta, Kasus penyerangan Mapolda Sumut, dan penusukan polisi di Jakarta Selatan, belum terungkap penuh dan ancaman kembali terjadi. Hari ini (4/7/2017) selasa dini hari, Markas Polsek Kebayoran Lama, Jakarta Selatan diteror orang tak dikenal. Pagar kantor dipasangi bendera warna hitam dengan tulisan kalimat tauhid menyerupai lambang ISIS.Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, teror berupa pemasangan bendera ISIS itu terjadi sekitar pukul 05.30 WIB.(1)

Argo menuturkan, peristiwa itu terjadi sesaat setelah anggota dan mitra Polsek Kebayoran Lama salat Subuh secara bergantian. Tiba-tiba anggota yang sedang piket mendengar suara sepeda motor berhenti di pinggir jalan sekitar Mapolsek Kebayoran Lama. Pihak kepolisian memang telah meningkatkan kewaspadaan terkait serangkaian aksi teror yang akhir-akhir ini terjadi. Menurut dia, kelompok radikal saat ini menyasar anggota Polri sebagai targetnya.

Kronologi peristiwa pemergokan itu menurut Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Iwan Kurniawan saat ditemui di Mapolsek Kebayoran Lama, saat itu di depan mapolsek, anggota mengetahui ada orang yang memasang bendera identik ISIS. Bendera ISIS yang dipasang di pagar tersebut pertama kali ditemukan oleh anggota Polsek Kebayoran Lama setelah menunaikan shalat subuh.

Setelah selesai shalat subuh, Bripka Billy yang kebetulan piket itu mendengar suara motor berhenti di pinggir jalan.Lantaran merasa curiga, Billy langsung mengecek motor tersebut. Namun, motor itu langsung pergi dan didapati bendera yang identik dengan bendera ISIS terpasang di pagar depan Polsek Kebayoran Lama.

Letak pagar tersebut berjarak kurang lebih satu meter dari mushala yang ada di dalam kompleks mapolsek sehingga tidak langsung terlihat oleh anggota kepolisian yang berjaga di bagian dalam.Bendera tersebut kemudian dicopot dan dijadikan barang bukti.(2)

Banser Tak Gentar

Sementara itu dari sisi masyarakat tepatnya organisasi Banser-Ansor, melalui Komandan Densus 99 Nurruzaman menyatakan komitmennya mendukung dan ikut menjaga stabilitas keamanan negeri dari ancaman teror yang mengatasnamakan ISIS. Pihaknya tidak takut terhadap ancaman yang datang bertubi-tubi dari kelompok teroris dan simpatisannya itu.

Nurruzaman menegaskan, Banser Ansor tetap konsisten menolak faham Khilafah Islamiyah atau Daulah Islamiyah. Bagi Banser Ansor, NKRI dan Pancasila sudah final, sehingga tidak perlu diperdebatkan lagi.Bagi Ansor ini adalah risiko perjuangan mempertahankan NKRI. Semangat perjuangan mereka ditegaskan bahkan apabila sampai mati dalam mempertahankan NKRI, maka mereka mati dalam keadaan syahid. (3)

Ditengarai aksi-aksi lanjutan ini terjadi karena ISIS ingin memanfaatkan situasi politik yang kacau. Sama seperti diIrak, Suriah dan terakhir di Marawi Filipina, menurut Pengamat Terorisme Ridlwan Habib dari Universitas Indonesia (UI) aksi-aksi teror itu bertujuan untuk menciptakan opini bahwa Jakarta menyeramkan, menakutkan. Namun demikian, ia juga mengingatkan bahwa ancaman dan aksi sekecil apapun yang berkaitan dengan ISIS, tak boleh disepelekan.(4)

Kepolisian dan masyarakat harus tetap waspada dan saling membantu baik dalam mempertahankan situasi negara yang kondusif, tidak panik berlebihnan dan juga turut memperhatikan lingkungan setempat agar tidak acuh, yang bisa menyuburkan gerakan-gerakan radikal potensial merusak ketertiban dan keamanan negara tumbuh subur.***

Share Artikel ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked as *

*