Main Menu

Kriminalitas Hipnotisme

Kriminalitas Lewat Hipnotis Marak, Ikuti Tips Ini Agar Terhindar

Hipnotis

Hipnotis adalah salah satu metode kejahatan penipuan yang dipercaya menggunakan ilmu hitam atau sihir. Namun secara teknis, gendam atau hipnotis merupakan salah satu atau gabungan dari teknik shock induction, ericksonian hypnosis dan mind control (telepati, magnetism).

Sebagaimana dikutip dari situs resmi metro.polri.go.id, termasuk didalamnya metode hypnosis modern yang sudah dikenal di dunia barat.

Kriminalitas Pakai Hipnotis Di Makassar

Di Kota Makassar, Sulawesi Selatan baru-baru ini peristiwa kriminal yang melibatkan aksi hipnotis kembali terjadi.

Tidak tanggung-tanggung pelakunya adalah seorang mantan anggota TNI yang dipecat.

Lukman (44) yang terakhir berpangkat Letnan Satu tersebut diamankan Timsus Polda Sulsel di Jalan Urip Sumahardjo, pada Senin (13/2/2018) petang.

Menurut Panit Satu Timsus Polda Sulsel, Ipda Artenius, pelaku diamankan saat hendak melakukan aksi kejahatannya, namun berhasil digagalkan warga dan dimassa di lokasi.

“Dia pecatan dari salah satu satuan, kemudian bergabung dengan pelaku hipnotis. Saat diamankan, tersangka berhasil mengambil cincin emas korban dan baru saja hendak mengambil uang sebesar Rp 50 juta, sebelum aksinya terbongkar lantaran korban sadarkan diri,” ujar Panit Satu Timsus Polda Sulsel pada Selasa (13/2/ 2018) dinihari.

Dalam beraksi Lukman tidak sendiri. Bersama seorang rekannya yang berhasil melarikan diri, mereka menipu korbannya dengan modus mengaku sebagai warga Negara Malaysia, dan menawarkan jam tangan palsu berbentuk emas.

Kelompok hipnotis tersebut diketahui sudah kerap melakukan aksinya tidak hanya di Kota Makassar, namun di beberapa Kabupaten di Sulawesi Selatan.

“Mereka merental sebuah mobil, untuk melakukan aksi hipnotisnya di Kabupaten Maros dan Kota Makassar, yang pada umumnya korban merupakan Ibu Rumah Tangga,” Kata Panit Satu Timsus Polda Sulsel Ipda Artenius seperti diberitakan detiknews.com.

Selanjutnya, untuk Lukman akan diserahkan ke Mapolsek Panakukang Kota Makassar, untuk diproses secara hukun.

Sementara hingga kini, Timsus Polda Sulsel masih memburu rekan pelaku, yang membawa lari hasil kejahatan mereka.

Tips Hindari Pengaruh Hipnotis

Untuk mengantisipasi banyaknya korban yang terkena kejahatan penipuan polisi pun sudah menyiarkan tips-tips agar masyarakat dapat menghindari kejahatan hipnotis.

Beberapa tips yang disarankan oleh humas Polda Metro Jaya adalah:

1. Percaya dan yakin sepenuhnya bahwa kejahatan hipnotis tidak akan berpengaruh pada orang yang menolaknya. Seluruh proses hipnotis adalah proses self hypnosis (sugesti diri sendiri). Rasa tukut korban justru dimanfaatkan oleh pelaku hipnotis.

2. Curiga pada orang yang baru dikenal dan berusaha mendekati. Seluruh proses hipnotis merupakan teknik komunikasi yang sangat persuasif.

Hipnotis
Ilustrasi Teknik Hipnotis (Viva)

3. Waspada pada orang yang menepuk secara tiba-tiba. Selain itu ada baiknya menghindari percakapan yang mungkin terjadi. Ketika kita fokus pada ucapan seseorang, pada saat itulah sugesti sedang dilontarkan. karana itu penting untuk segeralah menjauh dari orang tersebut dan mengalihkan perhatian pada hal lain.

4. Menyibukan pikiran dan jangan membiarkannya kosong pada saat sedang sendirian ditempat umum. Pada saat pikiran kosong, alam bawah sadar terbuka sangat lebar dan mudah untuk disugesti.

5. Waspada pada rasa kantuk, mual, pusing, dan dada sesak yang datang tiba-tiba secara tidak wajar. Ada kemungkinan saat itu ada seseorang yang berusaha melakukan telepathic forcing. Dalam kondisi seperti ini disarankan untuk membuang seluruh energi negatif tersebut ke bumi. Caranya dengan cara berdoa menurut agama dan keyakinan yang dianut.

6. Selalu dampingi orang yang punya kebiasaan latah. Latah merupakan kebiasaan membuka bawah sadar untuk mengikuti perintah. Karena itu kebiasaan disarankan untuk dihilangkan.

7. Hati-hati pada beberapa orang yang tiba-tiba mengerumuni tanpa suatu hal yang jelas. Jika mengalami hal seperti ini disarankan untuk pergi ke tempat yang ramai atau melapor pada petugas keamanan. Pelaku hipnotis kerap melakukan aksinya secara berkelompok walau seolah-olah tidak saling mengenal.

8. Jika mulai merasa memasuki suatu kesadaran yang berbeda, dianjurkan untuk memerintahkan diri sendiri agar senatiasa terjaga dan normal kembali. Caranya dengan meyakinkan diri sendiri bahwa kita normal dan sadar sepenuhnya hingga tak menjadi korban kriminalitas berbasis hipnotis.

 

[widgets_on_pages id=”1″]

Baca Artikel Lain Penulis Dengan Klik Nama Profil Penulis Di Bawah Ini



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked as *

*