Main Menu

Fenomena Suhu Dingin

Fenomena Suhu Dingin Wilayah Indonesia Di Puncak Kemarau

Suhu Dingin

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi suhu dingin udara di wilayah Jawa Barat bagian selatan pada Selasa mencapai 18 hingga 32 derajat celsius dengan kelembaban udara antara 55 hingga 90 persen.

Sementara suhu udara di wilayah Jawa Barat bagian Utara antara 23 hingga 33 derajat celsius dengan kelembaban udara antara 50 hingga 90 persen.

Suhu Dingin Di Bandung

Dikutip dari Antara, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Klas I Bandung, Tony Agus Wijaya mengatakan pada Selasa (10/7) pagi cuaca di Bandung secara umum umum cerah hingga cerah berawan, dan berpotensi hujan ringan di sebagian wilayah Pangandaran Selatan.

Sementara itu, antara Selasa siang dan sore hari, cuaca diprediksi secara umum cerah hingga cerah berawan dan berpotensi hujan ringan di sebagian wilayah Sukabumi Selatan dan Pangandaran Selatan pada Selasa sore.

Pada Selasa malam, secara umum cerah berawan hingga berawan masih berpotensi hujan ringan di sebagian wilayah Sukabumi Selatan dan Pangandaran Selatan.

Sedangkan pada Rabu dini hari secara umum cerah berawan hingga berawan.

Ia menambahkan angin secara umum bertiup dari arah Timur hingga Tenggara dengan kecepatan 2 hingga 30 km/jam.

Suhu di Bandung dalam beberapa hari terakhir mendapat sorotan lantaran relatif lebih dingin dari biasanya.

Pada Jumat (6/7) pekan lalu, misalnya, BMKG mencatat suhu di wilayah Bandung sebagai suhu terendah selama Juli 2018, yakni mencapai 16,4 derajat Celsius.

Toni saat itu menjelaskan bahwa fenomena suhu dingin tersebut umum terjadi pada saat terjadi musim kemarau.

Kata dia, musim kemarau dengan udara dingin ini terjadi karena angin pasat tenggara atau timur yang bertiup dari Benua Australia.

Pada saat terjadi musim kemarau di wilayah Indonesia khususnya Jawa barat, di wilayah Benua Australia sedang terjadi musim dingin terutama dengan puncak musim dingan terjadi di antara bulan Juli, Agustus, September.

Baca Lagi!   Kota Medan Terkorup 2017, Kota Bandung Nominal Suap Tertinggi

“Dari pantauan alat pengukur suhu udara tercatat dalam bulan Juli ini suhu minimum hingga mencapai 16,4 derajat celcius hari ini tanggal 6 Juli 2018, dengan kondisi kelembaban yang relatif rendah berada pada nilai 38%, cukup kering sehingga tidak berpeluang pembentukan awan-awan hujan,” paparnya.

Fenomena Suhu Dingin

Suhu dingin yang terjadi di puncak musim kemarau (Juli-Agustus) menurut Mulyono merupakan fenomena alamiah. Pada 1-5 Juli 2018 di beberapa daerah di Indonesia terjadi penurunan suhu hingga mencapai 15 derajat Celcius.

Suhu Dingin
Penjelasan BMKG (FOTO: Cnn)

Suhu terendah di beberapa daerah yang berada di dataran tinggi seperti Ruteng (NTT), Wamena (Papua), dan Tretes (Pasuruan) bahkan menyentuh 12 derajat Celsius.

Mulyono menjelaskan penurunan suhu yang terjadi tak ada kaitannya dengan fenomena Aphelion, namun hanya karena kandungan uap atmosefer yang sedikit.

Hal ini terlihat dari tutupan awan yang tidak signifikan sehingga kandungan uap air yang sedikit di atmosfer menyebabkan energi radiasi pada malam hari tak tersimpan dan memicu peningkatan suhu di malam hari.

Kondisi ini bertolak belakang dengan musim hujan atau peralihan yang dalam hal ini kandungan uap air di atmosfer cukup banyak.

Selain itu, cuaca dingin pada malam hari di bulan Juli juga menadpat pengaruh dari musim dingin yang tengah terjadi di wilayah Australian. Pola tekanan udara tinggi di Australia menyebabkan pergerakan massa udara menuju Indonesia.

Hal inilah yang berimplikasi pada penurunan suhu yang relatif signifikan di malam hari di beberapa wilayah seperti Jawa, Bali, NTB, dan NTT.

Saat puncak kemarau, umumnya suhu udara lebih dingin dan permukaan bumi menjadi lebih kering. Pada kondisi demikian, panas matahari akan lebih banyak terbuang dan hilang ke angkasa sehingga menyebabkan suhu udara musim kemarau lebih dingin daripada suhu udara musim hujan.

Baca Lagi!   Isu DNA Babi, PT Pharos Indonesia Gerak Cepat Bersihkan Nama

Selain itu kandungan air di dalam tanah menipis dan uap air di udara pun sangat sedikit jumlahnya yang dibuktikan dengan rendahnya kelembaban udara.

“Uap air di udara akan mengalami kondensasi pada malam hari dan kemudian mengembun untuk menempel jatuh di tanah, dedaunan atau rumput. Air embun yang menempel dipucuk daun atau rumput akan segera membeku yang disebabkan karena suhu udara yang sangat dingin, ketika mencapai minus atau nol derajat,” imbuhnya.

Selain suhu cuaca lebih dingin, fenomena embun beku yang terjadi di lereng pegunungan Dieng juga disebabkan kondisi meteorologis dan musim kemarau yang saat ini tengah berlangsung ©cnn-indonesia.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked as *

*