Main Menu

Medsos Sarana Penghakiman

Duri Dunia Medsos Yang Tak Sehat, Dari Remaja Ababil Hingga Seleb Medsos

Pencari Perhatian

Tatkala hukum semakin lemah, maka para durjana akan merajalela, begitulah hidup di negeri yang bemental budak, pencari perhatian merasa arogan namun saat mereka terciduk, muka mengiba meratap sesal.

Di masa sekarang, di era yang mewadahi kebebasan berkomunikasi, terdapat banyak kekonyolan-kekonyolan generasi yang mencuat sebagai efek samping.

Mulai dari orang-orang yang menjerumuskan diri sendiri menantang peraturan hukum hingga mereka yang memang terjebak karena ketidaktahuan, serta mereka pihak ketiga yang ingin mengambil keuntungan.

Pencari Perhatian yang Terciduk

Pelaku dugaan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, yang jadi viral di media sosial, akhirnya ditangkap polisi. Pelaku dengan nama akun Ringgo Abdullah itu dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Pelaku yang bernama asli Muhammad Farhan Balatif (18) itu dilaporkan oleh Brigadir Ricky Swanda dalam laporan bernomor LP/444/VII/2017/Reskrim tertanggal 16 Juli 2017 di Polrestabes Medan.Farhan ditangkap di Medan dan langsung ditahan di Mapolrestabes. Polisi masih memeriksa intensif pelajar SMK itu.

“Informasi dari Kapolrestabes Medan sudah diamankan dan saat ini sedang dilakukan pendalaman dan pemeriksaan di Polrestabes Medan,” ujar Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting (detikcom, Sabtu (19/8/2017).

Dalam laporan detikcom, polisi menyita sejumlah barang bukti, yakni 2 unit laptop untuk mengedit gambar Presiden dan Kapolri, 1 buah flashdisk yang berisi gambar Jokowi yang telah diedit, 3 unit handphone, dan 2 unit router.

Farhan dijerat dengan Pasal 45 ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 subs Pasal 27 ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. Salah satu postingan Farhan di Facebook yang menghina Jokowi.

Posting-an Farhan yang menggunakan nama akun Ringgo Abdullah di Facebook itu jadi viral di media sosial. Dia beberapa kali menghina Jokowi dan Kapolri dengan kata kasar dan umpatan.

Ringgo bukan satu-satunya, bukan yang pertama, dan pastinya tak ada kepastian akan jadi yang terakhir. Sebab jika dibandingkan cara mereka menyampaikan tantangan, melepaskan arogansi sosmednya, dan sikapnya setelah tertangkap, sungguh jauh panggang dari api.

Jadi banyak kemungkinan netizen-netizen yang tak mampu menjaga lisannya, khususnya ketika membawa nama tokoh lain, instansi lain belum bisa surut.

Namun diharapkan tindakan aparat yang cepat tanggap akan memberi efek jera dan peringatan bagi mereka agar menjaga lisan dan tulisannya di media sosial.

Seleb Sosmed Pencari Perhatian Manfaatkan Keadaan

Sementara itu pula ada juga tipe pihak yang memanfaatkan keadaan peredaran informasi yang tak sehat itu. Seperti situasi komunikasi warga lewat media sosial misal ikut memprovokasi peredaran berita bohong atau kabar yang belum tentu kebenarannya.

Tipe mereka ini mengambil keuntungan yang mungkin tak harus berupa keuntungan materi langsung. Bisa saja memanfaatkan momen mengikuti arus populer untuk mencari pendukung.

Pencari perhatian atau bisa saja hanya untuk mencari hiburan memuaskan dahaga menyinyir, sifat negatif yang banyak di kalangan kita.

Bahkan kemungkinan mereka bertujuan memperkeruh suasana dengan menyebar informasi yang belum pasti, tak bisa diabaikan, untuk menciptakan kekacauan.

Jadi masalah dalam peredaran informasi dan dampak buruk dunia komunikasi sekarang saat ini ada dua, satu pembuat hoax dan dua penyebar hoax , pencari perhatian yang cuci tangan dengan dalih hanya menyampaikan.

Selama ini kita cenderung terfokus pada si pembuat berita bohong atau hoax, lupa pada mereka atau tak menyadari duri yang juga tak kalah berbahaya adalah mereka yang mendengar berita setengah alias berita mentah namun disimpulkan sepihak dan menyebarkannya tanpa ukuran dan etika berwarta yang harus melakukan cek dan ricek.

Buruknya keadaan sekarang dalam dunia informasi tak bisa dilepaskan dari kehadiran para seleb medsos yang punya akses dan daya pancar menyebarkan informasI karena faktor popularitas namun rendah dan minim pengetahuan, kesadaran dan etika penyampaian berita atau data, apalagi jika melibatkan nama atau institusi tertentu. Tak ubahnya seperti para anak remaja yang labil dan tertangkap seperti di atas.

Pencari Perhatian
Salah satu contoh penyebaran opini tentang tokoh lain dengan penghakiman sepihak di satu wacana.

Seharusnya meskipun tak dibebani dengan tanggungjawab seperti jurnalisme profesional, seorang yang ingin memberi tanggapan terhadap peristiwa kontroversial dan menyebarkannya baiknya menanyakan dulu pada yang bersangkutan. Atau bila tidak, mencoba untuk objektif memahami posisi seseorang yang sedang dibahas.

Tidak memiliki kredibilitas untuk menghakimi namun memilki akses untuk menyebarkannya adalah racun bagi demokrasi, khususnya di tengah publik netizen atau warga yang kurang aktif melakukan verifikasi.

Mungkin kita belum lupa dengan aksi penghakiman massa di Bekasi, yakni pembakaran pada seorang yang diduga pencuri peralatan amplifier masjid.

Naas menimpa korban yang belum tentu bersalah karena suara para provokator.

Demikian juga di dunia internet, seseorang bisa menerima dampak buruk karena ketidaktahuan dan eksploitasi kasus yang dilakukan seorang ‘provokator’ yang memanfaatkan situasi untuk mencari perhatian dan pendukung dalam ber-‘gosip elegan’.

Ada istilah yang disebut dengan menyalahkan korban, blaming the victim, tipe masyarakat apatis yang mulai menjamur di kalangan netizen.

Senang membully bersama-sama meramaikan caci-maki dan lepas tangan pada apa yang terjadi pada korban, karena merasa itu bukan urusannnya.

Semoga para netizen Indonesia dijauhkan dari itu, minimal bisa berpikir bahwa itu adalah tidak baik.

Sebab lisan dan tulisan kita tentang seseorang bukan hanya tentang melepaskan hak berdemokrasi namun juga memiliki konsekuensi pada kehidupan orang lain, khususnya yang dibicarakan tanpa pemahaman dan pengenalan mendalam dan hanya jadi pencari perhatian.

[widgets_on_pages id=”1″]

Baca Artikel Lain Penulis Dengan Klik Nama Profil Penulis Di Bawah Ini



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked as *

*