Main Menu

Menuju Pilpres 2019

Resmi, Deklarasi Cawapres Jokowi dan Prabowo Kejutkan Publik

Deklarasi Cawapres

Drama mengiringi deklarasi cawapres untuk mendampingi Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto. Nama cawapres yang dipilih seolah memberi kejutan tersendiri bagi publik.

Jokowi menjadi yang pertama mendeklarasikan pasangannya. Setidaknya ada 10 nama bakal cawapres yang disebut masuk radar Jokowi sebelum akhirnya menentukan pilihan ke Ma’ruf.

Deklarasi Cawapres Jokowi

Menjelang akhir masa pendaftaran capres-cawapres, nama mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud Md menguat sebagai cawapres Jokowi. Menguatnya nama Mahfud ini

berawal dari Ketum PPP M Romahurmuziy yang merespons viralnya cawapres Jokowi berinisial huruf ‘M’.

Tapi jalan cerita berubah di menit akhir. Jokowi mendeklarasikan kalau Ma’ruf Amin lah yang menjadi cawapres pendampingnya di Pilpres 2019.

“Saya memutuskan kembali mencalonkan diri sebagai calon Presiden RI periode 2019-2024. Keputusan ini adalah tanggung jawab besar, erat kaitannya dengan cita-cita untuk meneruskan mimpi besar Indonesia maju dalam melanjutkan pembangunan dan berkeadilan di seluruh pelosok,” ujar Jokowi saat pengumuman di Restoran Plataran Menteng, Jl HOS Cokroaminoto No 42, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/8/2018).

“Dengan mempertimbangkan masukan dari berbagai elemen masyarakat, maka saya putuskan dan telah mendapatkan persetujuan dari parpol Koalisi Indonesia Kerja bahwa yang akan mendampingi saya sebagai cawapres 2019-2024 Profesor Ma’ruf Amin,” imbuhnya.

Deklarasi Prabowo-Sandiaga juga diiringi dengan drama. Hal itu terkait dengan nama Sandi yang jarang muncul untuk dipasangkan dengan Prabowo.

Prabowo sebenarnya sempat menyebut 3 nama yang diliriknya sebagai cawapres. Ketiga nama itu antara lain, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua Kogasma Demokrat

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan Wagub DKI Sandiaga Uno.

Seiring berjalannya waktu, digelarlah Ijtimak Ulama yang kemudian memberi rekomendasi 2 nama cawapres bagi Prabowo. Kedua nama itu ialah, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri dan Ustaz Abdul Somad. Namun, Somad menolak untuk jadi cawapres Prabowo. Proses pun terus berlanjut.

Baca Lagi!   Syarat Bergabung Koalisi Keumatan Oleh PA 212 Untuk Demokrat

Untuk memperkuat koalisi, Prabowo bertemu dengan sejumlah tokoh antara lain Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hasilnya, Demokrat sepakat mendukung pencalonan Prabowo.

Deklarasi Cawapres Prabowo

Nama AHY kembali digadang-gadang sebagai cawapres Prabowo. Tapi pilihan Prabowo ternyata jatuh kepada Sandiaga. Demokrat tak sepakat dengan pilihan Prabowo.

Bahkan, Wasekjen Demokrat Andi Arief sempat menyebut Prabowo dengan istilah ‘Jenderal Kardus’.

Lebih lanjut, Andi mengatakan Demokrat memberi dua opsi ke Prabowo. Opsi itu berisi permintaan Demokrat kepada Prabowo soal cawapres.

Deklarasi Cawapres
Prabowo saat umumkan Sandiaga sebagai cawapres (Foto: Ari Saputra/detikcom)

Tapi, opsi itu tak digubris Prabowo. Dia akhirnya mendeklarasikan Sandiaga sebagai cawapres untuk mendampinginya di Pilpres 2019.

Partai Demokrat (PD) memberi 2 opsi kepada Prabowo Subianto terkait pencalonan dirinya di Pilpres 2019.

Tapi, Prabowo tak menggubris opsi dari partai yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

Dua opsi yang dimaksud ialah, Demokrat memberi pilihan kepada Prabowo untuk kembali ke komitmen yang meminta Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres.

Opsi kedua, Prabowo diminta mencari figur alternatif lain untuk mengalahkan duet Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

“Pertama, kembali ke komitmen atau janji Prabowo yang meminta AHY cawapres karena elektabilitas tertinggi di semua lembaga survei. Kedua, cari figur alternatif untuk dibicarakan bersama dengan pertimbangkan kemungkinan mengalahkan Jokowi-Ma’ruf Amin,” kata Wasekjen PD Andi Arief, Kamis (9/8/2018).

Kemunculan dua opsi itu bukan tanpa alasan. Demokrat menolak Sandiaga Uno sebagai cawapres Prabowo.

“Sikap Partai Demokrat menolak Sandi Uno bukan melanggar etika capres lah yang punya hak menentukan cawapres. Sikap Demokrat adalah sesuai dengan azas keadilan dimana Prabowo meng-entertain penolakan PAN dan PKS terhadap kader Demokrat AHY,” ujarnya.

Meski diberi dua opsi oleh Demokrat, Prabowo dalam deklarasi cawapres tetap memilih Sandiaga dan menyebut Sandiaga merupakan pilihan terbaik dari yang ada ©detiknews.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked as *

*