Main Menu

Selebritis Dunia

Akhir Senandung Khas Vokalis The Cranberries Dolores O’Riordan

Dolores O’Riordan

Dolores O’Riordan, vokalis The Cranberries ditemukan meninggal dunia di sebuah hotel di London, Inggris. O’Riordan disebut juru bicaranya, Lindsey Holmes meninggal dunia secara tiba-tiba.

Penembang band rock Irlandia itu meninggal dunia pada usia 46 tahun. O’Riordan tengah berada di London untuk sesi rekamanan saat dinyatakan meninggal dunia di satu hotel di pusat kota, hari Senin (15/01) petang waktu setempat.

Juru bicara The Cranberries membenarkan kematian mendadak O’Riordan dan menambahkan pihak keluarga Dolores O’Riordan sangat terpukul dengan kematiannya.

“Penyanyi Irlandia dan internasional Dolores O’Riordan telah meninggal tiba-tiba di London hari ini, anggota keluarga hancur,” kata Lindsey Holmes dalam sebuah pernyataan dikutip AFP, Selasa (6/1).

Sosok O’Riordan tak lepas dari band yang membesarkan namanya, The Cranberries. Ia antara lain dikenal dengan hit global Zombie pada tahun 1990-an, lagu yang ia tulis untuk mengenang dua remaja yang tewas dalam pengeboman milisi kelompok Republik di Irlandia.

Album pertama The Cranberries -Everybody Else Is Doing It, So Why Can’t We?- yang diluncurkan pada 1993 laku 43 juta kopi di seluruh dunia. Lagu balada lain yang membuat namanya melambung antara lain adalah Linger dan Dreams.

Zombie dan Pelecehan di Masa Kecil Dolores O’Riordan

Potensi bermusik O’Riordan sudah muncul sejak kecil. Ia mulai bernyanyi pada usia 5 tahun dan menulis lagu saat berumur belasan tahun.

Semasa hidupnya, Dolores O’Riordan berhasil mencetak lagu-lagu hit di tahun 90an bersama The Cranberries. Namun, di balik kesuksesan dalam karier bermusiknya, bak zombie, hidup Dolores O’Riordan cukup kacau-balau.

Musisi Irlandia ini pernah mengungkap bahwa dirinya telah dilecehkan secara seksual saat masih muda. Ia juga mengaku pernah mengalami masalah gangguan mental, termasuk depresi dan gangguan bipolar.

Dolores O’Riordan
Dolores O’Riordan di panggung bersama The Cranberries (Foto: Independent)

Pada 2013, melansir People, O’Riordan bercerita kepada LIFE Magazine bahwa ia dilecehkan selama empat tahun sejak berusia 8 tahun oleh seseorang yang dipercayainya.

“Saya dulu masih kecil,” ujar wanita beranak tiga itu.

“Hal itu semakin sulit juga saat kau memiliki tiga putri karena kau mendapat kilas balik setiap kau bersama mereka dan melihat mereka. Kau bertanya, ‘Bagaimana bisa seseorang puas cara itu, kau tau?’”

Sang roker sering bercerita tentang bagaimana ia memprioritaskan kewajibannya sebagai seorang ibu, dan berkata bahwa memiliki anak membuat hidupnya berubah menjadi lebih baik.

“Anak-anak sebenarnya benar-benar penting dalam proses penyembuhan saya,” ujarnya tentang bagaimana melupakan masa lalu kelamnya itu.

Pada 2011, Dolores O’Riordan juga pernah terpuruk saat kehilangan ayahnya, Terence akibat kanker. Tiga tahun kemudian, hidupnya kembali diuji saat pernikahannya yang berumur 20 tahun dengan Don Burton, bekas manajer tur band Duran Duran, berakhir.

O’Riordan dan Burton berpisah tak lama setelah ia ditangkap dan ditahan polisi akibat melakukan kekerasan secara fisik dan verbal kepada kru pesawat Aer Lingus yang terbang dari New York ke Shannon, AS.

Alkohol Pelarian Dolores O’Riordan

Setelah kejadian itu, ibu Dolores O’Riordan, Eileen mengatakan kepada Irish Mirror bahwa putrinya tengah berada di bawah penanganan seorang dokter psikiatris.

“Rupanya ibu saya datang ke ruang tahanan. Saya tidak ingat. Saya telah menciptakan efek kura-kura. Saya bersembunyi di dalam selimut. Saya bernyanyi di dalam ruang tahanan,” kata O’Riordan kepada Sunday Independent setelah kejadian itu.

“Saya berdoa. Saya bermeditasi karena saya menggigil,” ujarnya seraya mengonfirmasi bahwa dirinya mengalami gangguan bipolar.

Tak berhenti di sana, O’Riordan juga pernah mengaku kepada Belfast Telegraph bahwa dirinya mencoba agar bisa mengalami overdosis pada 2013, namun mengurungkan niatnya itu demi anak-anaknya.

Untuk melupakan kenangan-kenangan pahitnya, O’Riordan mengaku kadang memilih untuk minum alkohol hingga hilang kesadaran.

“Saya cukup baik [dalam melupakan kenangan itu], namun kadangkala saya minum,” ujarnya.

“Semuanya jadi lebih buruk keesokan paginya. Saya menghadapi hari buruk ketika kehilangan ingatan dan tidak bisa mengontrol itu, lalu minum. Saya minum terus-menerus. Itu adalah ketidaksempurnaan terbesar saya saat ini,” imbuhnya.

“Saat tur, saya bisa dengan mudah mengatakan, ‘Saya tidak bisa tidur. Saya habis minum beberapa kali. Mungkin saya akan terus [minum]. Lalu kau akan [minum] lagi. Lalu kau tidak bangun. Itu bisa terjadi. Saya sekarang hati-hati,” kata Dolores O’Riordan kepada Mirror UK ©Cnn-Indonesia.

[widgets_on_pages id=”1″]

Baca Artikel Lain Penulis Dengan Klik Nama Profil Penulis Di Bawah Ini



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked as *

*