Main Menu

Lagu Ciptaan Bung Karno

Diplomasi Seni Budaya Bung Karno Lewat Lagu Bersukaria

Lagu Bersukaria

Karya seni, lagu khususnya tak dimungkiri bisa menjadi sarana komunikasi alternatif dalam politik. Seperti yang pernah dikreasi Soekarno dalam Lagu Bersukaria.

Sebagaimana fungsi media, lagu juga bisa menjembatani kesenjangan informasi antara penguasa dan jelata. Sehingga melalui lirik lagu dan iramanya yang bisa diterima khalayak, pesan bisa tersampaikan.

Sebelumnya kita mungkin sudah akrab dengan berita tentang kesukaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di masa pemerintahannya dalam bermain musik.

Ini menunjukkan memang tak sedikit pejabat Indonesia yang akrab bermain atau dekat dengan dunia musik, meski mungkin sedang repot memikirkan negara.

Namun demikian, tak semua pejabat yg cakap bermain musik atau punya akses menyebarkan karyanya, bisa dikatakan memiliki level seniman.

Sebab karya pejabat tak otomatis harus bernuansa kebangsaan. Bisa hanya sekadar pelepas hobby, kurang memiliki nyawa nada hingga hanya diapresiasi keluarga dan kolega saja.

Berbeda dengan Bung Karno, terlepas dr sosoknya yg memiliki kebaikan dan keburukan di mata yang pro dan yang anti, beliau tak tersangkal adalah seorang seniman sejati.

Selain terkenal sebagai sosok singa podium dia juga mampu cair dalam meramu seni, politik dan ideologi dalam sebuah lagu bercorak kebangsaan, seperti satu yang dibahas ini.

Pendekatan Politik Bung Karno di Lagu Bersukaria

Berirama riang dengan langgam lenso, presiden pertama NKRI ini merumuskan kreasi yang menggabungkan corak pantun, canda merakyat dan pesan politis, tanpa terkesan serius dan kaku seperti umumnya lagu-lagu nasional baku yang terkesan sakral.

Bersukaria
Mari Bersukaria (Pena Soekarno)

Lagu Mari Bersukaria ini lebih berkesan ringan. Namun bukan tak memiliki pesan penting. Sebab jika diamati lagu tersebut merupakan lagu yg bernafaskan keyakinan politik Bung Karno di kala itu.

Baca Lagi!   Bagimu Negeri, Siasat Kusbini pada Jepang?

Pesan halus sebagai klarifikasi pada demonisasi kepimimpinannya di mata lawan politiknya tersisipkan apik dalam susunan liriknya.

Dari sudut pandang defensifnya, lagu ini berpatokan pada Manipol/ USDEK yg dicanangkan pada HUT RI ke-14 tahun 1959. Lirik lagu menangkal protes-protes pada kebijakannya, baik dari dalam maupun luar negeri.

Manipol USDEK sendiri merupakan akronim dari Manifesto politik / Undang-Undang Dasar 1945, Sosialisme Indonesia, Demokrasi Terpimpin, Ekonomi Terpimpin, dan Kepribadian Indonesia yang oleh Soekarno dijadikan sebagai haluan negara Republik Indonesia.

Sementara isu kontra yang sedang ingin dimentahkan Bung Karno adalah isu kemiskinan yang mulai bergolak. Arus politik akan kebijakan2 Soekarno yang tidak menomorsatukan kesejahteraan rakyat memang sedang mengemuka.

Sisanya mungkin adalah sejarah. Sebab yang paling mengerti keadaan saat itu adalah mereka saat itu. Tapi terlepas dr semua prokontra, tak ada salahnya bila kita mengingat dan mengapresiasi sebuah karya lagu dari Bung Karno berikut ini.

Lirik Lagu Bersukaria

Berikut lirik selengkapnya dari lagu Mari Bersukaria karya Bung Karno:

Mari kita bergembira sukaria bersama, hilangkan sedih dan duka mari nyanyi bersama. Lenyapkan duka lara bergembira semua, lalalaalaa laaaa la mari bersuka ria

Siapa bilang bapak dari blitar, bapak kita dari prambanan. Siapa bilang rakyat kita lapar, Indonesia banyak makanan

Tukang sayur nama si salim, menjualnya ke jalan lembang. Indonesia anti nekolim, para seniman turut berjuang.

Jalan-jalan ke Surabaya, lebih cantik memakai pita. Janganlah sering memandang saya, nanti bisa jatuh cinta.

Pagar kawat pagar berduri, cat basah jatuh di kabel. Kalau niat mencari istri, saya pilih yang pinter nyambel.

Mari kita bergembira suka ria bersama, hilangkan sedih dan duka mari nyanyi bersama. Lenyapkan duka lara bergembira semua, lalalalala lalaaala mari bersuka ria.

Baca Lagi!   Senja Yang Masih Bersinar Dari Sang Legenda Iwan Fals

*Lagu Bersukaria

[widgets_on_pages id=”1″]


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked as *

*