Main Menu

Jelang Pilpres 2019

Cegah Konflik, Bawaslu Akan Turunkan Spanduk Presiden Jahat

Spanduk Presiden Jahat

Spanduk larangan memilih capres jahat terpasang di sejumlah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jakarta. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) akan menurunkan spanduk itu.

“Upaya preventifnya, kami turunkan secepatnya,” kata komisioner Bawaslu, Rahmat Bagja, kepada detikcom, Rabu (22/8/2018).

Spanduk Presiden Jahat Masih Ambigu

Menurutnya, spanduk itu memang belum jelas tujuannya. Istilah ‘capres jahat’ juga masih kabur pemaknaannya.

“Ini kan nggak jelas misinya apa, ‘jahat’ ini interpretasinya ke mana, tapi sudah mengarah ke capres, maka akan kita turunkan,” kata Rahmat.

Spanduk itu terpasang di JPO Cempaka Putih dan Kramat Sentiong, Jakarta Pusat. Spanduk itu bertuliskan, ‘Jangan Pilih Capres Jahat’. Belum ada pihak yang mengaku sebagai pemasang spanduk. Tertulis di spanduk itu, pihak yang membuat yakni -Masyarakat Anti Golput-.

“(Belum jelas) Siapa pemasangnya, apakah peserta kampanye atau bukan,” kata Rahmat sembari menjelaskan bahwa saat ini belum memasuki masa kampanye, belum pula ada capres-cawapres melainkan masih bakal capres-cawapres.

Spanduk bertuliskan imbauan ‘Jangan Pilih Capres Jahat’ tersebar di sejumlah JPO di wilayah Jakarta Pusat. PAN menyebutkan Prabowo selalu minta tidak melakukan gerakan konflik horizontal.

“Pertama, saya tidak tahu dan belum lihat. Tapi Pak Prabowo selalu menginginkan kita semua untuk tidak melakukan gerakan konflik horizontal. Jadi kalau ada spanduk itu, kita tidak pernah tahu,” ucap Wasekjen PAN Ahmad Yohan kepada wartawan, Selasa (21/8/2018).

Tujuan Spanduk Presiden Jahat

Spanduk Presiden Jahat
Gedung Bawaslu

Menurut Yohan, masyarakat mengharapkan presiden yang terpilih Pilpres 2019 bisa membawa perubahan bagi Indonesia. Selain itu, ia menilai wajar masyarakat membuat spanduk tersebut.

Apalagi saat ini, masyarakat sangat terbuka untuk melihat dinamika pilpres 2019.

“Ya mungkin masyarakat, masyarakat terbuka bisa menyaksikan semua dinamika yang terjadi bangsa kita jadi mereka berharap pemimpin yang akan datang pemimpin yang baik bisa membawa Indonesia ideal, kalau ada masyarakat buat begitu wajar saja,” kata dia saat menjawab apakah spanduk itu ditunjukan Capres Prabowo Subianto?.

Baca Lagi!   Syarat Bergabung Koalisi Keumatan Oleh PA 212 Untuk Demokrat

Spanduk bertuliskan ‘JANGAN PILIH CAPRES JAHAT’ tersebar di sejumlah JPO di wilayah Jakarta Pusat. Di antaranya di JPO Cempaka Putih dan Kramat Sentiong. Tulisan dalam spanduk ini serupa dengan ajakan menggunakan hak pilih untuk mencegah orang jahat jadi pemimpin, yang digaungkan Mahfud Md kemarin (20/8).

Belum ada pihak yang mengaku sebagai pemasang spanduk. Kemungkinan mereka yang memasang spanduk-spanduk tersebut menamakan diri ‘Masyarakat Anti Golput’ ©detiknews.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked as *

*