Main Menu

Aturan Syariat Islam Aceh

Pramugara Jadi Alternatif Pasca Aturan Busana Pramugari Aceh Besar

Aceh Besar

Bupati Aceh Besar Mawardi Ali mengirimkan surat ke sejumlah maskapai yang beroperasi dan singgah di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, Aceh, tentang aturan baru berbusana bagi pramugari. Mawardi mengimbau pramugari yang beragama Islam menggunakan hijab.

Aturan tersebut tertuang dalam surat yang ditandatangani Bupati Aceh Besar Mawardi Ali, dan mulai diberlakukan 18 Januari silam.

Seperti diberitakan CNN Indonesia TV, dalam surat yang dikirimkan tersebut semua maskapai agar menghormati syariat Islam yang berlaku di Aceh sesuai Undang-undang nomor 44 tahun 1999 tentang penyelenggaraan keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Aceh.

“Ini aturan sudah ditetapkan. Di tanah syariat kita harus gunakan busana bersyariah, untuk pemeluk beragama Islam, tapi kami tidak bisa memaksa untuk pemeluk agama lain mereka akan menyesuaikan,” kata Mawardi.

Imbauan Bupati tersebut ditanggapi beragam oleh pramugari dan maskapai.

Tiya Chaiurunisa, seorang pramugari mengaku tidak keberatan dengan aturan tersebut. Dia mengatakan, busana muslim tidak mengganggu aktivitasnya sebagai pramugari.

“Karena Aceh ini Serambi Mekah, saya sangat setuju, karena kita harus menghormati,” kata dia.

Tugaskan Pramugara Ke Aceh Besar

Maskapai penerbangan AirAsia dikabarkan hanya akan menggunakan pramugara untuk penerbangan ke Aceh, setelah Bupati Aceh Besar menerbitkan aturan bahwa pramugari muslim harus mengenakan jilbab saat tiba di wilayah tersebut.

“AirAsia mengakui peraturan yang diberlakukan oleh otoritas wilayah Aceh. Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa operasi kami sesuai dengan itu,” demikian pernyataan AirAsia yang dikutip dari The Star.

Sementara, CEO Firefly, Ignatius Ong mengatakan, maskapainya hanya dapat mendaftarkan laki-laki atau non-Muslim dalam penerbangannya ke wilayah otonomi Indonesia.

Ong juga mengatakan maskapai penerbangan sedang mempertimbangkan untuk menambahkan lapisan pakaian tambahan ke seragam pramugari wanita.

Baca Lagi!   Intimidasi Dari #2019GantiPresiden, Car Free Day Menjadi Arena Politik

“Kami masih melihat situasi, jadi tidak ada keputusan konkret yang dibuat,” katanya.

AirAsia dan Firefly merupakan maskapai penerbangan utama yang mengoperasikan penerbangan ke Banda Aceh.

Aceh adalah satu-satunya provinsi di Indonesia yang menerapkan hukum Syariah ©cnn-indonesia.

Aceh Besar Lebih Ketat Dari Provinsi Aceh

Sebelum aturan dari Aceh Besar mencuat, Pemerintah Provinsi Aceh ternyata sudah lebih dulu mengeluarkan surat imbauan untuk pramugari maskapai yang mendarat di Aceh, agar mengenakan jilbab.

Surat imbauan itu dikeluarkan tertanggal 7 Desember 2017.

Aceh Besar
Surat Gubernur Aceh soal pemakaian jilbab bagi pramugari (Foto: Serambinews)

Itu artinya, imbauan Pemerintah Aceh lebih dulu diterbitkan, ketimbang surat imbauan Pemerintah Aceh Besar, tertanggal 18 Januari 2018.

Surat itu ditujukan kepada delapan pimpinan maskapai, yaitu untuk GM Garuda Indonesia, Lion Air, Batik Air, Citilink, Sriwijaya Air, Wings Air, AirAsia, dan Firefly.

Informasi tentang Pemerintah Aceh sudah duluan mengeluarkan surat imbauan, dikutip dari Serambinews.com via Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh, Dr Munawar A Jalil, Selasa (30/1/2018) malam.

“Ini surat sebelumnya dari Pemerintah Aceh, Pak Gubernur juga mengimbaui maskapai tentang itu, surat diterbitkan pada tanggal 7 Desember,” kata Munawar A Jalil.

Surat bernomor 451/36033 yang ditandatangani Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf tersebut, ditujukan kepada enam pimpinan maskapai, yaitu Garuda Indonesia, Lion Group, Batik Air, Air Asia, Citilink, dan Firefly.

“Kami mengimbau, kiranya Saudara meminta seluruh kru pesawat tujuan Aceh terutama pramugari yang beragama Islam, untuk berpakaian busana islami dan bagi non-muslim dapat menyesuaikan,” demikian bunyi salah satu point penegasan dalam surat tersebut.

Munawar A Jalil menambahkan, surat itu asalnya dari Dinas Syariat Islam. Antara surat imbauan Gubernur Aceh dan Bupati Aceh Besar, kata Munawar, subtansinya sama. Hanya saja Pemkab Aceh Besar mengimbau untuk seluruh kru ©Serambinews.

Baca Artikel Lain Penulis Dengan Klik Nama Profil Penulis Di Bawah Ini



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked as *

*