Main Menu

Sebuah Peluru dalam Kesunyian

Bagimu Negeri, Siasat Kusbini pada Jepang?

Bagi Negeri Karya Kusbini

Ada tiga lagu bertema nasional yang mampu membuat  penulis terpesona. Terpesona dalam arti lagu-lagu tersebut selalu berhasil menggugah sensasi akan rasa cinta tanah air setiap kali mendengarkannya.

Ketiga lagu tersebut sekan memiliki mantera yang bisa menyentuh naluri kebangsaaan seketika. Jiwa ksatria, rasa kepemilikan hadir kembali meski mungkin hanya dalam imajinasi.

Tanpa mengurangi nilai kagum pada lagu wajib nasional lain, irama , nada dan syair yang dirangkum dalam tubuh lagu-lagu terbut tersinergi begitu sempurna.

Lagu pertama adalah Indonesia Raya, lagu resmi kenegaraan Republik Indonesia. Lagu kedua, Tanah Airku ciptaan Ibu Sud, sebuah lagu yang bernuansa teduh tentang kerinduan pada tanah air dan kebanggan akan alam Indonesia.

Serta yang ketiga berjudul Bagimu Negeri ciptaan Kusbini. Penulis tertarik mengulik sedikit tentang lagu yang disebut terakhir saat membaca berita yang pernah mengemuka dalam prokontra terkait lagu ini.

Kita ketahui bersama, di awal tahun, ada satu wacana yang mengundang pro-kontra buah pidato seorang tokoh nasional tentang syair lagu itu.

Yakni pada  perkara lirik yang dianggap -kini menjadi- bertentangan dengan hal mendasar terkait keimananan dalam hal ini umat islam. (1)

Penulis tidak akan membahas kontroversi itu, sebab sudah cukup banyak teman-teman yang menanggapinya sejak pertama muncul ke permukaan, baik yang frontal atau yang lebih halus.

Sebab ada hal menarik lain yang tak kalah layak untuk diketengahkan (lagi). Misalnya, mengapa lagu ini lebih memilih kata negeri dibanding negara.

Hal itu ternyata bukan sebuah kebetulan atau pilihan teknis puisi semata dari Kusbini, melainkan punya ceritanya sendiri.

Negeri dan Negara

Pertanyaan ‘mengapa diksi yang dipilih untuk lagu perjuangan ini adalah negeri bukannya negara?’, mungkin sering terbersit.

Baca Lagi!   Kontroversi Lagu Indonesia Raya Yang Diubah Youtuber

Mungkin pula sudah terjawab bagi sebagian  orang tapi mungkin pula masih menjadi misteri yang lain, atau bahkan tak penting bagi sebagian lainnya.

Sebagai penutur Bahasa Indonesia yang terus berkembang ini, masih banyak di antara kita yang kesulitan membedakan kata negeri dan negara,.

Maka untuk itu tak salah bila kita menapaktilasi sekilas proses penciptaan lagu Bagimu Negeri seraya menambah  pengetahuan tentang Bahasa Indonesia.

Lagu Bagimu Negeri  merupakan lagu wajib perjuangan yang diciptakan pada tahun 1942 dan ditetapkan sebagai lagu nasional pada tahun 1960.

Lagu ini diciptakan oleh salah satu bengawan seni angkatan perjuangan kemerdekaan, Kusbini. Musisi yang telah menciptakan banyak karya musik keroncong itu bersepakat menggubah sebuah lagu perjuangan sebagai penerimaan dan kesepakatan ideologisnya pada gagasan Bung Karno tentang kemerdekaan.

Kusbini
Kusbini

Sebelum kita sampai pada alasan utama mengapa kata negeri dan bukan negara, ada baiknya kita selami dahulu perbedaan kedua kata tersebut.

Menurut Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia,  kata ‘negeri’ jelas memiliki pengertian berbeda dengan ‘negara’.

Negeri lebih bersifat umum yang secara literal berarti ‘kota, tanah tempat tinggal, wilayah atau sekumpulan kampung (distrik) di bawah kekuasaan seorang penghulu (seperti di Minangkabau).Kata negeri bertalian dengan ilmu bumi.

Sementara ‘Negara’ berarti ‘persekutuan bangsa dalam suatu daerah yang tentu batas-batasnya dan diurus oleh badan peme­rintah yang teratur’.

Kata negara berpadanan dengan kata state (Inggris) atau staat (Belanda). Kata negara digunakan jika bertalian dengan sudut pandang politik, pemerintahan, atau ketataprajaan.(2)

Siasat Diksi

Jadi jelas sudah perbedaan keduanya. Negara lebih bersifat resmi dalam batasannya sebagai entitas pemerintahan sementara negeri lebih bersifat teritorial dan puitis.

Baca Lagi!   Yon Koeswoyo, Kibarkan Bendera Koes Plus Hingga Akhir Hayat

Dari sini frase Negeri Indonesia menjadi sebuah satuan kesepakatan dalam memandang indonesia sebagai tanah air dan kampung halaman, terbebas walau tak bertentangan dengan Indonesia sebagai sistem politik pemerintahan.

Dengan dasar pengertian kata di atas pulalah Kusbini menyususn syair lagu menjadi Bagimu Negeri. Ia harus menyiasati lirik lagu yang ia sumbangkan untuk menggugah semangat perjuangan dan rela berkorban para pejuang kemerdekaan saat itu.

Agar ianya bisa bebas sensor dari pemerintahan penjajahan Jepang. (3)  Sebab sebagaimana diketahui Jepang tidak menyukai segala hal yang berhubungan dengan perjuangan kemerdekaan negara Indonesia diperdengarkan secara terbuka. Maka Kusbini memilih menggunakan kata negeri walau pesan sejati  yang menjadi tujuannya adalah Bagimu Negara.

Akan tetapi walaupun demikian, hal tersebut tak mengurangi sumbangsih semangat yang telah dan akan disuntikkanya di berbagai generasi.

Sebaliknya justru memberi warna tersendiri bagi kisah lagu nasional perjuangan dalam mengiringi sejarah Negara Indonesia. Selain itu pula secara teknis kata negeri sepertinya memang lebih cocok dan tepat mengikuti ketukan nada dan rima syair secara keseluruhan.

Oleh Baran Batara

Simak Lagu “Bagimu Negeri” Karya Kusbini, dibawah ini

Sumber :

  1. https://nasional.tempo.co/read/news/2017/01/29/078840901/taufik-lagu-bagimu-negeri-terdengar-patriotik-tapi-sesat
  2. http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/petunjuk_praktis/632/Samakah%20Arti%20Negeri%20dan%20Negara
  1. http://www.tokohindonesia.com/biografi/article/285-ensiklopedi/1513-pencipta-lagu-bagimu-negeri
  2. Sumber Video : https://www.youtube.com/watch?v=u2B7ro4484g
[widgets_on_pages id=”1″]


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked as *

*