Main Menu

Otak Atik Jajaran Pemda DKI

Penuhi Request M Taufik, Anies Angkat Lagi Rustam Effendi

Rustam Effendi

Anies Baswedan mengeluarkan kebijakan yang berlawanan dengan Ahok yakni dengan merombak jajaran pemda DKI, salahs atunya mengangkat lagi Rustam Effendi.

Dia merombak jajaran kepala daerah tingkat II hingga kepala dinas di DKI.

Meski mendapat pandangan negatif namun demikian Anies mengatakan pelantikan pejabat baru di lingkungan Pemprov DKI ini sudah melewati proses seleksi dari panitia seleksi.

Menurut pengakuannya Panitia seleksi yang ditunjuk Anies pun tak main-main, ada mantan wakil menteri hingga mantan pimpinan KPK yang menjadi panitia seleksi.

Semuanya berada di bawah komando Sekda Pemprov DKI Saefullah sebagai ketua panitia, kemudian anggota pertama asisten pemerintahan adalah Artal Reswan dan anggota kedua Prof dr Eko Prasojo, mantan Wakil Menteri PAN-RB.

Rustam Effendi Adalah Usul M Taufik

Berkaca ke belakang, rupanya perombakan ini berawal dari usul Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik. Meski begitu, Taufik enggan menyebut Anies mengikuti apa yang dia

rekomendasikan. Politikus Gerindra itu menyebut perombakan wali kota memang perlu dilakukan.

“Ya kan saya ngusulin lima-limanya diganti. Sudah bener itu. Nggak, nggak lah, ya (ikuti rekomendasi),” kata Taufik.

Usulan itu memang pernah disampaikan M Taufik pada April lalu. Alasannya demi perombakan jabatan di lingkungan Pemerintah Provinsi.

Kala itu dia meminta wali kota Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Jakarta Timur harus diganti, sementara Wali Kota Jakarta Utara menurutnya tak perlu diganti.

Tiga bulan berselang, usulan M Taufik itu direalisasikan Anies. Mereka yang dilantik adalah Bayu Meghantara sebagai Wali Kota Jakarta Pusat, Marullah sebagai Wali Kota Jakarta Selatan, dan M Anwar sebagai Wali Kota Jakarta Timur.

Syamsudin Lologau dilantik sebagai Wali Kota Jakarta Utara, Rustam Effendi sebagai Wali Kota Jakarta Barat, serta Husen Murad sebagai Bupati Kepulauan Seribu.

Baca Lagi!   Pelepasan Djarot, Akhir Episode Penuh Drama Kepemimpinan Jakarta

Soal Rustam, dia merupakan Wali Kota Jakarta Utara yang mengundurkan diri di era Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Saat masih menjabat Wali Kota Jakarta Utara, kinerja Rustam memang disorot Ahok.

Ahok tidak puas terhadap kinerja Rustam, yang dianggap lambat dalam menertibkan permukiman liar di kolong Jalan Tol Ancol. Kini, Rustam resmi menjabat Wali Kota Jakarta Barat.

Siapa Rustam Effendi

Anies sendiri punya alasan untuk menunjuk kelima wali kota dan bupati yang dipilihnya, termasuk Rustam Effendi. Anies mengatakan Rustam merupakan putra Jakarta sehingga diharapkan bisa memajukan wilayahnya.

Rustam Effendi
Anies mengangkat pejabat usulan M Taufik (Foto: Detiknews)

“Dari lima wali kota itu, 4 adalah putra Jakarta. Putra Betawi. Ini Pak Rustam asli dari Jakarta Barat, Kebon Jeruk kalau nggak salah, Pak Marullah itu selatan, kemudian Pak Bayu dari Klender atau Duren Sawit ya, lalu Pak Anwar itu anak dari Kebon Kacang,” kata Anies hari ini.

“Jadi ini anak-anak dari Jakarta tumbuh besar di sini dan sekarang menjadi wali kota, mudah-mudahan mereka bukan saja bisa memimpin dengan baik,” lanjutnya.

Sementara Fraksi PDIP DKI menyoroti pengangkatan Rustam Effendi menjadi Wali Kota Jakarta Barat. Pengangkatan Rustam dinilai sebagai balas jasa yang diberikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Ini adalah hadiah dari pilihan Pak Rustam,” kata Ketua Fraksi PDIP DKI Gembong Warsono saat dihubungi detikcom, Kamis (5/7/2018).

Gembong menilai Rustam Effendi mempunyai peran dalam saat terpilihnya Anies menjadi gubernur, meski demikian, Gembong tidak menyebutkan dukungan apa saja yang diberikan kepada Anies Baswedan ©detiknews.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked as *

*